3 Minggu Kasus Penembakan Laskar FPI Berlalu, Fadli Zon : Tapi Masih Belum Jelas

Tim Okezone, Okezone · Senin 28 Desember 2020 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 337 2334722 3-minggu-kasus-penembakan-laskar-fpi-berlalu-fadli-zon-tapi-masih-belum-jelas-A7tKjIr5Kx.jpg Fadli Zon. (Foto : Okezone)

JAKARTA – Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon, mempertanyakan pengusutan kasus penembakan terhadap 6 Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020. Pasalnya, sudah 3 minggu dari waktu kejadian tapi masih belum ada titik terang dari peristiwa itu.

Ia pun kembali meminta pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen untuk mengusut peristiwa tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan aspirasi dari masyarakat yang disampaikan kepada DPR.

"Kini hampir 3 minggu sejak peristiwa tanggal 7 Desember ketika 6 orang anggota FPI dibunuh oleh pihak kepolisian dengan dalih atau alasan yang sampai sekarang belum jelas," katanya dalam akun Youtube pribadinya, Fadli Zon Official, melansir Harian Jogja, Sabtu (26/12/2020).

Dia mengaku berdasarkan informasi yang dibacanya, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia atau HAM. Sejumlah tokoh termasuk dirinya, kata Fadli, sudah menyatakan hal serupa.

"Ini adalah sebuah penghinaan terhadap hukum kita karena hukum kita juga menganut asas praduga tak bersalah dan kalau melihat dari dalih maupun alasan-alasan yang ada yang selalu berubah-ubah dari pihak kepolisian, apa yang terjadi di Rest Area KM 50 di Tol Jakarta-Cikampek ini tentu saja masih banyak mengundang tanda tanya," tegasnya.

Baca Juga : Flashback, Versi Polisi 6 Laskar FPI Ditembak karena Melawan

Fadli mengakui bahwa saat ini perkara itu tengah ditangani oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dia pun berharap agar Komnas HAM mampu mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut tanpa ada tekanan dan tanpa intervensi.

"Nah, kita sudah hampir 3 minggu menunggu berita ini, tapi masih belum ada kejelasan. Inilah yang kita sayangkan kalau saja segera ketika itu dibentuk TGPF tentu akan memudahkan karena peristiwa ini adalah satu peristiwa yang luar biasa dan mudah-mudahan akan segera ada titik terang," jelasnya.

Dia menambahkan, peristiwa seperti itu tidak dapat dibiarkan sebab Indonesia merupakan negara demokrasi yang menghargai HAM. Jika dibiarkan, jelasnya, maka peristiwa tersebut akan menjadi satu preseden buruk ke depan.

Baca Juga : Flashback, Keluarga 6 Laskar FPI Minta Keadilan ke DPR dan Komnas HAM

"Oleh karena, itu pelanggaran hak asasi manusia semacam ini harus diungkap kalau kita ingin negara kita ini maju damai keadilan harus ditegakkan keadilan hukum," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini