Perawat dan Pasien Covid-19 "Main" di Toilet RSD Wisma Atlet

Antara, · Minggu 27 Desember 2020 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 337 2334597 perawat-dan-pasien-covid-19-main-di-toilet-rsd-wisma-atlet-TwVHFcx6jI.jpeg Polres Jakpus saat jumpa pers kasus mesum sesama jenis di RSD Wisma Atlet (foto: Antara)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat menaikkan kasus asusila di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, ke tingkat penyidikan setelah dilakukan gelar perkara serta pemeriksaan terhadap pelapor dan perawat pasien Covid-19 yang diduga terlibat kasus tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Heru Novianto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari staf Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet tentang tindakan asusila yang dilakukan perawat dengan pasien Covid-19 yang terjadi pada Sabtu 26 Desember 2020 malam.

Baca juga:  Polisi Sebut Pasien Wisma Atlet Sebar Konten Asusila di 3 Akun 

Staf RS Wisma Atlet menunjukkan bukti berupa percakapan seks di antara keduanya yang merupakan sesama jenis. Kemudian, polisi langsung menindaklanjuti kasus itu dengan memeriksa sejumlah saksi.

Baca juga:  Perawat RSD Wisma Atlet Akui Berhubungan Sesama Jenis 

Dalam tahap penyidikan, polisi akan mengumpulkan saksi untuk dimintai keterangan dan juga mencari barang bukti lainnya. Selanjutnya, polisi bakal menetapkan tersangka dalam kasus ini. Saat ini semua orang yang diduga terlibat dalam kasus tindak asusila tersebut masih berstatus saksi.

"Tapi benar seorang perawat itu lakukan hubungan, kami akan dalami lagi berapa kali lakukan dan berapa lama lakukan, nanti kami akan dalami di pemeriksaan," kata Heru, Minggu (27/12/2020).

Heru menjelaskan, kejadian yang dilaporkan tersebut bertempat di toilet khusus perawat. Tindak asusila tersebut telah dilakukan dalam beberapa kali. Perawat yang terlibat dalam kasus asusila tersebut merupakan perawat dari rekrutmen relawan.

Hingga saat ini, polisi belum memeriksa pasien yang dilaporkan atas kasus tersebut karena belum sembuh dari Covid-19. Untuk sementara perawat yang diduga terlibat dikembalikan ke RSD Wisma Atlet guna menjalani pemeriksaan kode etik.

Perawat dan pasien Covid-19 tersebut dapat terancam dengan pasal 36 tentang pornografi, Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 1 tentang ITE ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini