Abdul Mu'ti Tolak Jadi Wamendikbud, Muhammadiyah Jangan Ditafsir Jadi Oposisi

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 27 Desember 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 337 2334486 abdul-mu-ti-tolak-jadi-wamendikbud-muhammadiyah-jangan-ditafsir-jadi-oposisi-GaISjISXbh.jpg Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (Foto : Sindonews)

JAKARTA - Penolakkan Profesor Abdul Mu'ti mengisi kursi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud), jangan diartikan Muhammadiyah menjadi oposisi pemerintah.

Hal itu disampaikan Direktur Indonesia Government and Parliament Watch (IGPW), M Huda Prayoga. Ditinjau dari aspek sejarah, Ia mengatakan, Muhammadiyah sebelum kemerdekaan telah bekerja dan berbuat untuk bangsa ini.

"Jadi dalam kondisi dan posisi apapun, Muhammadiyah akan terus bekerja untuk umat dan bangsa," ucap Huda kepada MNC Media, Minggu (27/12/2020).

Baca juga:  Din Syamsuddin: Penunjukkan Abdul Mu'ti sebagai Wamendikbud Merendahkan Muhammadiyah 

Huda menuturkan, penolakkan Prof Mu’ti menjadi wamen telah dijawab dengan alasan mengukur kemampuan diri. Sepanjang pengetahuannya, karakter kader Muhammadiyah memang seperti itu, tak pernah ambisius terhadap kekuasaan.

"Penolakkan Prof Mu’ti jangan ditafsir bahwa Muhammadiyah oposisi. Bukan," imbuhnya.

Baca juga:  Abdul Mu'ti Tolak Kursi Wamendikbud, Din Syamsuddin Acungkan Jempol!

Menurut Huda, Muhammadiyah memiliki sikap yang proporsional dan mandiri dalam urusan politik kebangsaan. Jika pemerintah benar, maka Persyarikatan akan memberikan dukungan. Namun bila salah, maka Muhammadiyah tak segan melakukan koreksi atau kritik.

"Muhammadiyah akan terus berbuat untuk bangsa tidak dalam retorika tapi dalam tindakan," ucap dia.

Sebagaimana diketahui, mulanya beredar nama Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti akan dilantik menjadi Wamendikbud. Namun belakangan, nama Mu'ti menghilang. Presiden Jokowi pun hanya melantik lima wakil menteri saja.

Untuk mengklarifikasi hal itu, Abdul Mu'ti membenarkan jika dirinya memutuskan tidak bergabung dalam kabinet setelah melalui berbagai pertimbangan.

"Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," katanya, beberapa waktu lalu.

Mu'ti mengakui telah dihubungi Mensesneg Pratikno dan Mendikbud Nadiem Makarim. Ia pun menyatakan siap bergabung jika diberi amanah. Namun setelah mengukur kemampuan diri, Mu'ti berubah pikiran dan tidak menerima tawaran tersebut.

"Semoga ini adalah pilihan yang terbaik," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini