Kewajiban Rapid Test Antigen saat Liburan Dinilai Bebani Masyarakat

Kiswondari, Sindonews · Minggu 27 Desember 2020 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 337 2334478 kewajiban-rapid-test-antigen-saat-liburan-dinilai-bebani-masyarakat-aCh2r6NGHu.jpg Foto: dok Okezone

JAKARTA - Selama masa libur panjang Natal dan tahun baru 2021, pemerintah membuat kebijakan yang mewajibkan pelaku perjalanan antar kota dan provinsi untuk melakukan rapid test antigen. Kebijakan ini sebagai pengganti rapid test antibodi karena dinilai lebih akurat.

(Baca juga: Masuk Kebun Binatang Bandung, Wisatawan Langsung Dirapid Antigen)

Terkait kebijakan ini, anggota Komisi IX DPR RI Intan Fauzi menilai, kebijakan pemerintah ini membuat banyak pihak bingung, hingga berujung membebani masyarakat karena harga tesnya yang juga lebih mahal, padahal rapid test antigen pun kurang akurat.

"Kalau kita mau bicara keefektifannya tentu PCR swab, akurasi tinggi. Nah, ini (kebijakan rapid test antigen) kan membebani masyarakat," kata Intan saat dihubungi, Minggu (27/12/2020).

Menurut Intan, rapid test antigen ini semestinya menjadi tugas pemerintah dalam rangka menggencarkan 3T atau testing, tracing dan treatment. Sehingga, masyarakat seharusnya tidak dibebani biaya apa pun, apalagi tak semua mampu membayar tes secara mandiri.

"Itu seharusnya pemerintah yang terus melakukan secara masif melakukan testing and tracing. Harusnya dilakukan secara gratis kepada seluruh masyarakat, sehingga pandemi kita ini berakhir. Ini kan kita memperpanjang masalah," pintanya.

Legislator Dapil Bekasi-Depok ini melihat, tidak semua daerah memiliki fasilitas maupun jumlah alat rapid test antigen yang memadai. Jadi, dengan perubahan kebijakan yang dinilainya cukup mendadak, pemerintah semestinya melakukan sosialisasi terlebih dahulu, bukan alih-alih langsung memberlakukannya.

(Baca jgua: Waspadai 7 Gejala Covid-19 Jenis Baru, Benarkah Lebih Ganas?) 

"Artinya biasanya aturan ada sosialisasi. Kalau kemudian jawaban pemerintah ada sosialisasi itu kan media saja menulis, padahal masih dikaji. Intinya kekhususan antigen ini patut dipertanyakan juga," tandas Intan.

Satgas COVID-19 sebelumnya mengeluarkan aturan baru melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi COVID-19. Yang menjadi sorotan adalah kewajiban melaksanakan rapid test antigen. Surat edaran ini berlaku sejak 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini