Kasus Catut Nama DMI, Polisi Akan Lakukan Klarifikasi

Helmi Syarif, Koran SI · Minggu 27 Desember 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 337 2334413 kasus-catut-nama-dmi-polisi-akan-lakukan-klarifikasi-aDzfI7lbJb.png Foto ilustrasi Okezone

JAKARTA – Kasus penipuan dengan mencatut nama Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang mengajukan program bantuan sosial di Kementrian Sosial mulai bergulir. Dalam waktu dekat pihak penydik akan melakukan klarifkasi terhdap pelapor.

(Baca juga: Proposal Dipalsukan untuk Bansos Rp131 Miliar, DMI: Tidak Mungkin Orang Sembarangan)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mulai melakukan klarifikasi terhdap pelapor dari DMI. “Baru mulai mengklarfikasi, kita jadwalkan secepatnya,” katanya. Dia menegaskan, klarifikasi dilakukan guna mencari unsur pidana dan juga pelaku yang melakukan aksi yang diduga penipuan tersebut.

Dalam laporan bernomor LP/7552/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 21 Desember 2021 kemarin. Diharapkan juga pelapor membawa semua alat bukti dalam kasus tersebut. “Nanti penyidik akan segera lakukan klarifikasi dengan bukti yang ada,” tegasnya.

Direktur Program DMI Munawar Fuad menegaskan, orang tidak dikenal membuat proposal dengan mengatasnamakan Dewan Masjid Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan Menteri Sosial dalam penyaluran bantuan sembako dan perlengkapan medis.

"Dalam proposal dijelaskan acaranya diketuai oleh Direktur Program DMI, Munawar Fuad Noeh, di bawah kepanitiaan yang ditentukan oleh PP DMI. Khusus bantuan paket Sembako bernilai hampir 90 Miliar. Sisanya diberikan dalam bentuk bantuan medis berupa masker, hand sanitizer hingga penyemprotan dan alat semprot," jelas dia.

Munawar menegaskan, orang tidak dikenal memalsukan tanda tangan Ketua Umum PP DMI Jusuf Kalla, dan Direktur Program DMI Munawar Fuad. PP DMI langsung mengklarifikasi setelah mendapatkan pemberitahuan dari pihak Kemensos.

(Baca juga: 15 Kapolres Dimutasi Jelang Jenderal Idham Azis Pensiun, Ini Daftarnya)

"Mereka tadinya mau konfirmasi apa ini benar atau tidak dan ini kami dapat datanya dari mereka. Sebelumnya kan sudah pernah ada alokasi bansos untuk DMI dan disalurkan melalui DMI Jakarta. Nah ini mau proses seleksi pengajuan dan rencana mereka mau alokasikan ke mana kan nama saya ada di situ," tukasnya. 

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini