Menag Kembali Ingatkan Lagi 3 Persoalan Penting untuk Jaga NKRI

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 26 Desember 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 337 2334073 menag-kembali-ingatkan-lagi-3-persoalan-penting-untuk-jaga-nkri-2Zvcc31s4t.jpg Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto:Okezone)

REMBANG - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali mengingatkan tentang fenomena hatespeech (ujaran kebencian) dan sikap intoleran. Selain dua hal tadi Menag juga menegaskan lagi soal bahaya terorisme.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Ponpes Al-Anwar Sarang Rembang dan Ponpes LP3iA, Narukan, Kragan pada Jumat (26/12/2020).

Baca Juga: Sengketa Lahan Ponpes Habib Razieq, Helikopter pun Dikerahkan

Sebelumnya dia juga sudah mengunjungi pamannya KH Ahmad Mustofa Bisri.

Bukan persoalan itu saja, Menag juga menyampaikan pekerjaan rumah Kementerian Agama yang sudah di depan mata dan harus segera diselesaikan.

Misalnya saja persiapan haji di masa pandemi, penguatan aspek manajerial, dan tindak lanjut dari Undang-Undang Pesantren.

Baca Juga: Marzuki Alie: Habib Rizieq Boleh Dihukum Kalau Bersalah, tapi Asetnya Jangan Dihabisi

"Akhir November 2020, Kementerian Agama telah menerbitkan tiga Peraturan Menteri Agama (PMA) yang menjadi turunan dari UU Pesantren," bebernya.

Ketiga regulasi tersebut adalah PMA No 30 tahun 2020 tentang Pendirian dan Penyelenggaraan Pesantren (diundangkan pada 3 Desember 2020), PMA No 31 tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren (diundangkan pada 30 November 2020), dan PMA No 32 tahun 2020 tentang Ma’had Aly (diundangkan pada 3 Desember 2020).

Kedatangan Menag di Ponpes Al-Anwar disambut Nyai Heni Maryam Maimoen dan KH Ubab Maimoen beserta adik-adiknya, termasuk Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Ikut mendampingi Menag, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta'in Ahmad.

Melihat tugasnya yang cukup besar itu, Menag meminta nasihat para kiai. “Tantangan kita adalah menghadapi hatespeech dan sikap intoleran, termasuk terorisme. Ini yang musti dihindari,” ujar Menag.

Lantas apa tanggapan para kiai yang dikunjungi Menag?

KH Ubab Maimoen mengingatkan saat ini ada fenomena banyak pesantren yang tidak ada kiainya. Menurutnya, hal tersebut perlu diperhatikan agar tidak menjadi pintu masuk pemahaman-pemahaman keagamaan yang berbeda dari pesantren umumnya.

“Banyak pesantren yang tidak ada kiainya. Kadang paham agama yang berbeda muncul dari situ,” ujarnya.

Pada kunjungan ke dua pesantren tersebut, Menag menyerahkan bantuan dari Kementerian Agama, masing-masing berupa uang sebesar Rp 150 juta.

Dana tersebut merupakan bantuan untuk pembangunan asrama pondok pesantren. Dengan bantuan ini, diharapkan akan membantu peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di pesantren.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini