Menteri Kesehatan (Kok) Bukan Bukan dari Latar Belakang Ilmu Kesehatan

Opini, Okezone · Jum'at 25 Desember 2020 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 337 2333918 menteri-kesehatan-kok-bukan-bukan-dari-latar-belakang-ilmu-kesehatan-zCapRVuuPZ.jpg Mukti Arja Berlian (Foto : Istimewa)

SETELAH Presiden RI Ir Joko Widodo mengumumkan resufle jajaran kabinet Indonesia maju kemarin siang, banyak komentar di media sosial maupun di Whatshaap group baik komentar yang positif maupun negatif. Mungkin Budi Gunadi Sadikin juga sedikit terkejut setelah di tunjuk menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden.

Dan beliau mungkin juga tidak membayangkan dalam hidupnya kalau suatu saat menjadi seorang Menteri Kesehatan, karena beliau juga bukan dari latar belakang pendidikan kesehatan bahkan boleh dikatakan ilmu nya bertolak belakang dengan ilmu kesehatan, dan beliau pun saya yakin menyadari tidak mempunyai cita-cita menjadi Menteri Kesehatan.

Pendapat saya pribadi menilai ini bukan Suatu fenomena yang aneh. Karena ini merupakan kebijakan Presiden dan Presiden mempunyai hak dan kewenangan mutlak untuk mentukan siapa yang dianggap bisa membantu dalam masa kabinet saat ini. Memang kebanyakan sejawat mengatakan atau meragukan apa yang menjadi pilihan atau keputusan Presiden.

Dan dapat di Pasti kan saat setelah Presiden membacakan pengumuman resufle para mentri yang kurang cakap, komunitas Kesehatan baik medis, paramedis, tenaga kesehatan lain pun bertanya-tanya. Apa yang terjadi di dunia persilatan, seolah olah tidak percaya atau Presiden salah membaca apa yang baru di umumkan.

Saya berpendapat bahwa ini suatu yang menarik dan strategi Presiden dalam menyikapi tantangan dunia kesehatan ke depan. Ada 10 Negara di dunia yang menggunakan Profesi lain di luar kesehatan dan itu wajar serta dapat berjalan dengan baik.

Dan atau mungkin Presiden sudah terlalu marah karena pembantu nya yang dulu di beri kewenangan tetapi tidak bekerja atau tidak tahu apa yang di kerjakan. Sehingga penanganan Covid 19 terkesan asal asalan, mulai dari tidak adanya keterlibatan seluruh perangkat kesehatan mulai dari kota besar sampai daerah terpencil serta tidak adanya promosi kesehatan yang masif tentang memutus rantai penyebaran covid 19. Banyak pengamat kesehatan sangsi terhadap mantan menkes yang tidak bekerja secara profesional dan terlihat tidak menguasai permasalahan yang ada saat ini.

Sebenarnya tepat yang dilakukan Presiden untuk meresafle Menteri Kesehatan tersebut.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Kuli Bangunan Jadi Prajurit TNI

Kalau kita melihat Kementrian Kesehatan dalam hal ini merupakan salah satu lembaga pemerintah dimana mempunyai tugas utama membantu dan menterjemahkan perintah Presiden dalam melaksanakan tugas nya dalam menyelesaikan permasalahan permaslahan kesehatan yang ada saat ini dan yang menjadi permasalahan regional dan global.

Permasalahan Kesehatan saat ini sudah cukup komplek dan apalagi ditambah dengan permasalahan Pandemi Covid 19. Ini fenomena yang menarik bagi seorang pemimpin untuk dapat menyelesaikan permasalahan tahap demi tahap.

Permasalahan Pandemi Covid 19 masih terus butuh penanganan yang berkesinambungan antar instansi tanpa perkecualian. Semua instansi yang ada d pemerintahan saat ini harus terlibat dalam ikut memutus rantai penyebaran Covid 19. Leader utama di sini seharus nya Kementerian Kesehatan yang harus berdiri terdepan untuk mengajak seluruh rakyat bersama-sama ikut memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kementerian Kesehatan sehebat apapun tanpa melibatkan seluruh lapisan masyakat maka semua program tidak akan berjalan dengan baik. Kesehatan masyarakat adalah utama, tanpa kesehatan dini yang baik tidak akan pernah ada generasi hebat di Indonesia. Dimulai dalam Kandungan seorang ibu yang hamil harus terjaga kesehatan tanpa harus ada permasalahan kesehatan ibu hamil tersebut.

Tugas Menteri saat ini sangatlah berat, harus dapat merangkul seluruh tenaga Medis,paramedis dan non medis serta menguasai keilmuan yang ada, satu sisi seorang Menteri kesehatan harus peka dan selalu update tentang kondisi virus corona saat ini.

Di mana Indonesia merupakan salah satu Negara Tropik sehingga segala macam penyakit tropik infeksi seharus nya merupakan Negara rujukan untuk negara lain,tetapi kenyataannya justru kita harus mencari rujukan ke Negara yang di Negaranya sebenarnya kurang ahli terhadap penyakit tropik infeksi dan ini sebenarnya sangat ironis. Untuk itu menkes seharusnya sudah mempersiapkan SDM yang ahli dari penyakit tropik infeksi serta prasarana dan sarana yang mendukung, contoh yang ada sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Laboratorium BSL 4 yang merupakan syarat mutlak sebagai negara yang berada di sentral penyakit Tropik infeksi.

Dengan ketertinggalan Bangsa Indonesia terhadap negara negara lain, bahkan dengan negara tetangga ini menunjukkan bahwa bangsa kita yang terlihat besar nampak sekali kecil di mata negara lain. Karena kita terlena, tidak disiapkannya tenaga ahli yang sebenarnya kita mampu bersaing dengan negara lain, tidak disiapkannya Sarpras yang terkait. Kita tidak belajar dari pengalaman yang sudah ada dengan adanya SARS, Ebola dst pada waktu lalu,kita kurang dalam tenaga ahli untuk penanganan penyakit tersebut.

Semua ini kalau kita tarik kebelakang mulai dahulu seorang menteri kesehatan seluruhnya adalah seorang dengan latar belakang seorang tenaga medis alias dokter yang nota bene (meskipun tidak tertulis) harus seorang dokter senior yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah masalah klasik saat ini. Untuk itu tidak ada salahnya Presiden menunjuk seorang dengan latar belakang sarjana Nuklir dan belerja sebagai seorang bankers serta mantan wakil menteri BUMN untuk mengomandani seluruh Nakes dengan latar belakang pendidikan kesehatan, dimana kalau kita sandingkan tidak akan bisa sesuai.

Saya yakin Presiden mempunyai strategi lain dan ini suatu pilihan yang sulit dan membutuhkan pemikiran yang tidak sebentar. Keputusan Presiden ini tetap harus kita dukung oleh seluruh Nakes secara total tanpa kecuali. Tentu nya Bpk Budi Sadikin juga tetap harus siap dalam menangani permasalahan Kesehatan Indonesia kedepan.

Permasalahan kedepan bukan hanya covid 19, mempunyai beberapa staf ahli yang benar-benar mumpuni dalam bidang nya yang tidak mempunyai kepentingan pribadi atau golongan sehingga tidak akan dengan sengaja di “belok” kan visi dan misi nya yang menyimpang jauh dari tujuan tersebut. Keterlibatan seluruh lembaga di pemerintahan serta mengajak TNI-Polri serta masyarakat untuk bersama sama bergandengan tangan untuk memutus rantai penularan Covid 19.

Jangan membuat berita hoax yang ikut membujuk masyrakat untuk menolak Vaksin dst nya. Hal ini karena masih banyak orang orang yang masih mementingkan kelompok atau golongan yang ingin menjatuhkan pemerintahan dengan cara membuat berita-berita seolah olah pemerintah salah dalam memilih Vaksin. Kita harapkan semua Rakyat saling bahu membahu untuk memutus rantai penularan covid 19.

Saya yakin Menkes sekarang meskipun tidak berlatar belakang seorang tenaga medis, beliau bekerja dengan hati yang tulus serta ikhlas untuk memecahkan permasalahan covid 19 dan permaslahan kesehatan yang lain, tidak usah kita permasalahkan dari mana latar belakangnya, apapun saat ini butuh seseorang yg tulus hatinya untuk total bekerja dan bekerja. Kemauan beliau untuk bekerja inilah yang harus kita dukung. Mari kita dukung apapun kebijakan dan keputusan nya, kita harapkan dukungan seluruh insan kesehatan dan seluruh masyrakat Indonesia tidak ada kata lain untuk memutus rantai penularan covid 19 di bumi Indonesia yang kita cintai ini. (aky)

Mukti Arja Berlian - Pengamat Militer

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini