PBNU: Menag Bilang Tak Ada Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Hanya Dialog Saja

Irfan Ma'ruf, iNews · Jum'at 25 Desember 2020 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 337 2333915 pbnu-menag-bilang-tak-ada-afirmasi-syiah-dan-ahmadiyah-hanya-dialog-saja-fOp5N1dKbw.jpg Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi (Foto : iNews.id)

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang melakukan afirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia. Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi menyebut isu afirmasi tidak ada, hanya ingin berdialog.

"Pak Menteri Agama sudah telepon saya. Katanya tidak ada afirmasi dan segala macam. Tapi lebih pada bagaimana memfasilitasi dialog agar mencari solusi sebagai warga negara," kata Masduki saat dihubungi iNews.id, Jumat (25/12/2020).

Masduki menyebut maksud Yaqut membuka dialog untuk memberikan hak kelompok minoritas mendapatkan sebagai warga negara. "Negara memberikan fasilitas pada warga negara tentang hak haknya agar tidak dirugikan. Intinya dialog," katanya.

Dia menyambut baik adanya upaya dialog yang dibuat oleh Yaqut. Hal itu untuk memastikan hak setiap warga negara dalam memeluk agama. "Kalau apa yang dibilang menteri agama seperti itu ingin memfasilitasi dialog bagaimana hak hak warga negara ya benar," katanya.

Baca Juga : Menag Luruskan Pernyataan Tentang Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

Sebelumnya, Yaqut mengatakan pemerintah akan mengafirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia. Pernyataan itu merespons permintaan Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra agar pemerintah mengafirmasi urusan minoritas. Yaqut tidak mau ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan.

"Mereka warga negara yang harus dilindungi," kata Yaqut di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini