Kaleidoskop 2020 : Covid-19, Ujian Terberat Jokowi-Maruf di Awal Memimpin

Angkasa Yudhistira, Okezone · Jum'at 25 Desember 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 337 2333864 kaleidoskop-2020-covid-19-ujian-terberat-jokowi-maruf-di-awal-memimpin-y9Cxu7Ywaa.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sementara di kasus korupsi bansos, Juliari Batubara diduga telah menerima suap sebesar Rp8,2 miliar terkait pengadaan paket bansos berupa sembako untuk penanganan Covid-19 periode pertama. Uang Rp8,2 miliar itu diterima Juliari melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Kemudian, Juliari diduga bakal kembali menerima uang Rp8,8 miliar dari pengadaan paket bansos berupa sembako untuk penanganan Covid-19 periode kedua. Uang itu dikumpulkan dari pelaksanaan paket bansos sejak Oktober hingga Desember 2020.

Jokowi sudah angkat bicara terkait dua kasus itu. Secara garis besar, ia menyerahkan pada penegak hukum untuk menyelesaikannya.

Selain dua kasus korupsi itu, masalah hukum di penghujung tahun yang menyorot pertahian adalah kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Habib Rizieq dan penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Dua kasus itu sampai saat ini terus didalami aparat kebolisian, mulai dari Polda Metro Jaya, Polda Jabar, hingga Bareskrim Mabes Polri.

Terkait dengan enam laskar FPI yang ditembak mati, Presiden Jokowi pun memberikan atensi tersendiri.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, kasus itu akan diungkap secara terbuka. Komnas HAM pun akan objektif dan independen dalam proses investigasi peristiwa yang menewaskan enam pengawal Habib Rizieq Shihab itu.

"Bayangkan saja Presiden sampai memberikan atensi khusus mempercayakan Komnas HAM. Bagi kami itu satu tantangan berat. Kami harus mengungkap apa yang sebenar-benarnya," ujar Taufan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini