Penerbangan dari Inggris Dilarang Masuk Indonesia Gara-Gara Varian Baru Corona

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 25 Desember 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 337 2333857 penerbangan-dari-inggris-dilarang-masuk-indonesia-gara-gara-varian-baru-corona-VHRYyLMLmA.jpg Ilustrasi (Dok. Kemenhub)

TANGERANG - Seluruh penerbangan dari Inggris untuk sementara waktu tidak diperkenankan untuk masuk ke Indonesia. Hal tersebut sebagai langkah untuk mengantisipasinya penyebaran varian baru virus Corona saat ini telah ditemukan di negara Inggris dan juga di beberapa negara Eropa lainnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas I Bandara Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpang asal luar negeri terutama negara-negara yang sudah mengkonfirmasi adanya temuan varian baru virus Corona.

"Saat ini seluruh penumpang asal Inggris baik melalui penerbangan langsung atau transit dilarang masuk ke Indonesia, ini kami lakukan untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran virus Corona varian baru," ujarnya, Jumat (25/12/2020).

Selain melarang penerbangan asal Inggris, seluruh warga negara asing dan warga Indonesia yang datang dari Eropa dan Australia harus membawa surat keterangan bebas Covid-19 dengan metode PCR test yang berlaku selama 2x24 jam sebelum keberangkatan. Sementara untuk WNA dan WNI asal negara lain selain Eropa dan Australia hasil test PCR berlaku selama 3x24 jam

"Bagi WNA dan WNI yang datang dari negara-negara Eropa dan Australia maka wajib membawa surat keterangan negatif Covid-19 yang berlaku selama 2x24 jam, sementara yang dari negara lain berlaku selama 3x24 jam," lanjut Handoko.

Baca Juga : Rapid Test Antigen di Bandara Soetta, 100 Calon Penumpang Positif Covid-19

Tak hanya sebelum keberangkatan, begitu tiba di Indonesia eks penumpang asal luar negeri harus menjalani tes Covid-19 dengan metode PCR test di Bandara Soetta. Setelah itu mereka wajib menjalani karantina selama 5 hari di tempat yang telah disediakan.

"Tiba di Indonesia harus menjalani PCR test di bandara, dan wajib karantina baik hasilnya positif maupun negatif. Setelah karantina juga harus PCR ulang," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini