Soal Rencana Afirmasi Hak Beragama Syiah dan Ahmadiyah, Perlu Kajian dari Banyak Perspektif

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 25 Desember 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 337 2333797 soal-rencana-afirmasi-hak-beragama-syiah-dan-ahmadiyah-perlu-kajian-dari-banyak-perspektif-ymUWo4qmZZ.png Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto : Instagram/@gusyaqut)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berencana melakukan afirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia.

Menurutnya, tidak boleh ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan. Mereka juga warga negara yang harus dilindungi.

Merespon hal ini, Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa hal itu adalah wewenang dari Menag. “Itu wewenang Menag,” tegasnya kepada MNC Media melalui pesan singkat, Jumat (25/12/2020).

Namun, Abdul Mu’ti meminta rencana untuk melakukan afirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah harus dilakukan kajian terlebih dahulu dan dari banyak perspektif yang berbeda. “Cuma sebaiknya dibuat kajian dulu dari banyak perspektif,” ungkapnya.

Selain itu, Abdul Mu’ti mengatakan saat ini masyarakat Indonesia memerlukan suasana tenang. Sehingga, diharapkan tidak ada wacana yang membuat kegaduhan. “Kita sekarang memerlukan suasana yang tenang. Masyarakat lelah dan jenuh dengan berbagai kegaduhan,” tuturnya.

Baca Juga : Sandiaga Uno Gabung Kabinet Jokowi, Prabowo: Selamat Bertugas!

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini