KPK Cecar Edhy Prabowo Terkait Pembelian Barang Mewah di Amerika

Sabir Laluhu, Koran SI · Rabu 23 Desember 2020 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 337 2333115 kpk-cecar-edhy-prabowo-terkait-pembelian-barang-mewah-di-amerika-Kn3Odk86Un.jpg Edhy Prabowo (Foto: Antara)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar tersangka penerima suap Edhy Prabowo terkait dengan perjalanan dinas di Amerika Serikat, pembelian barang-barang mewah dan sepeda, dan sumber uang uang yang diduga suap dari para eksportir.

Edhy Prabowo merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 20.25 WIB. Saat menuruni tangga lantai dua ruang pemeriksaan, Edhy diapit pengawal tahanan (waltah) KPK. Edhy mengatakan, pemeriksaan pada Rabu (23/12/2020) ini merupakan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya.

"Ini pemeriksaan lanjutan," kata Edhy di lobi depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (23/12/2020) malam.

Edhy lantas membenarkan saat disinggung bahwa saat pemeriksaan berlangsung penyidik mencecar barang bukti yang disita hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) dan penggeledahan sebelumya. Edhy mengakui juga saat dikonfirmasi bahwa dia menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) serta berita acara penyitaan barang bukti hasil OTT dan penggeledahan.

"Iya, iya," ujarnya sambil mengangguk dan duduk di dalam mobil tahanan.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan, meski Edhy Prabowo merupakan tersangka tetapi pada Rabu (23/12/2020) ini penyidik memeriksa Edhy sebagai saksi untuk enam orang tersangka lain. Pemeriksaan Edhy, kata Ali, guna melengkapi berkas kasus dugaan suap pengurusan izin di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pengiriman kargo benih lobster (benur) ke luar negeri melalui PT Aero Citra Kargo (ACK).

Baca Juga : Edhy Prabowo ke Menteri KKP Wahyu: Nelayan Sangat Butuh Pemimpin

Untuk pemeriksaan kali ini, kata Ali, penyidik mendalami dan mencecar pengetahuan Edhy terkait dengan aktifitas perjalanan dinas dan kegiatannya selama berada di Amerika Serikat. Barang-barang yang dibeli Edhy bersama istrinya sekaligus anggota Komisi V DPR Iis Rosita Dewi termasuk sepeda di Amerika Serikat juga dikonfirmasi penyidik. Penyidik menduga uang yang dipakai berasal dari pemberian para eksportir.

"Selain itu juga penyidik mendalami (saat pemeriksaan Edhy) terkait dengan pembelian barang-barang. Di antaranya tas dan jam tangan mewah berbagai merek selama kegiatan tersebut, yang sumber uang untuk pembelanjaan barang-barang tersebut diduga berasal dari para ekspoktir benih benur yang telah mendapatkan izin ekspor," ujar Ali saat dikonfirmasi di Jakarta.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini