Jaksa Agung: Era Digital Ini Mengharuskan Kita untuk Menjadi Jaksa Milenial

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 23 Desember 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 337 2332761 jaksa-agung-era-digital-ini-mengharuskan-kita-untuk-menjadi-jaksa-milenial-RCttpslb2f.jpg dok: Kejagung

JAKARTA - Jaksa Agung Burhanuddin menjadi Inspektur Upacara Pelantikan dan Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Angkatan LXXVII Tahun 2020 di Aula Sasana Krida Karya Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kejaksaan R.I. di kawasan Ragunan Jakarta Selatan .

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung mengucapkan selamat kepada 400 orang Jaksa baru yang baru saja dilantik menjadi Jaksa, dimana setelah kurang lebih 3,5 bulan menjalani pendidikan untuk ditempa sebagai seorang Jaksa.

(Baca juga: Reaktif Covid-19, Haikal Hassan: Saya Sehat!)

“Saya berharap ilmu pengetahuan dan pengalaman yang saudara terima dan pelajari harus senantiasa digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan yang dimiliki." ujar Jaksa Agung Burhanuddin, Rabu (23/12/2020).

Burhanuddin mengatakan, bagi 400 jaksa yang baru dilantik pada hari ini, merupakan hari yang sangat bersejarah bagi mereka. Pasalnya, pada hari ini juga mereka membuka lembaran baru dalam hidup dan karir sebagai Jaksa.

“Saya tahu dari raut muka saudara sekalian diliputi oleh rasa bangga dan bahagia menyandang jabatan baru sebagai seorang Jaksa dan tentunya sebagai Jaksa Agung, saya berharap kebanggaan saudara hari ini dapat terus saudara jaga sampai dengan masa purna bhakti, bukan dengan memikul rasa malu karena perbuatan tercela. Untuk itu tumbuhkan dan peliharalah kehormatan dan integritas saudara, Insya Allah saudara sekalian akan mampu mengemban tugas sampai dengan masa pengabdian saudara tiba," ulasnya.

Menurutnya, berkembangnya sarana teknologi infomasi dalam era digital 4.0 (four point O) menuntut para jaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru yang serba digital, selaras dengan makin pesatnya perkembangan sarana teknologi infomasi maka modus operandi dan corak tindak pidana yang akan saudara hadapi kedepan akan semakin kompleks.

“Era digitalisasi mengharuskan kita untuk menjadi Jaksa Milenial, yang memiliki makna Jaksa harus melek dan akrab dengan dunia digital. Jaksa yang tidak mau beradaptasi saya pastikan anda akan tersingkir oleh zaman, ini dikarenakan kedepan cara kerja dan pola kerja Kejaksaan akan tersaji dan terselenggara berbasis digital,” bebernya.

Selain itu dengan penguasaan teknologi informasi merupakan suatu kerharusan dikarenakan makin berkembangnya modus operandi kejahatan yang memanfaatkan kecanggihan Teknologi Informasi, sehingga kita tidak boleh tertinggal guna menjalankan tugas penegakan hukum.

 "Untuk itu saudara dituntut bekerja secara cermat, cerdas, profesional serta selalu meng-upgrade ilmu dan pengetahuan guna menyelaraskan diri dalam menghadapi tuntutan perkembangan penegakan hukum dan keadilan masyarakat yang makin kompleks dan dinamis." pinta Jaksa Agung.

Guna mengimbangi perkembangan teknologi informasi, maka beberapa saat yang lalu pada penutupan Rapat Kerja Kejaksaan Tahun 2020, telah dicanangkan program “Kejaksaan Digital”, artinya Kejaksaan harus mampu bertransformasi menjadi lembaga penegak hukum yang modern dan profesional.

Selain penguasaan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas diri selaku seorang jaksa, hal lain yang dipandang perlu adalah pengukuhan integritas di dalam diri, sehingga pelaksanaan penegakan hukum saudara sekalian haruslah mengedapankan hati nurani, karena keadilan itu tidak ada di dalam literasi tapi adanya di hati nurani. Kewenangan selaku Jaksa jangan disalahgunakan dan dijadikan sebagai objek transaksional dalam penanganan perkara.

"Harus kita akui, ditengah upaya kita bersama untuk memulihkan dan mengembalikan kepercayaan publik (public trust) masih terdapat sejumlah fakta terkait Jaksa yang menyalahgunakan kewenangannya untuk tindakan tercela, hal tersebut berdampak atas penilaian publik terhadap institusi kita," urainya.

"Ingatlah, kiprah Kejaksaan merupakan wajah penegakan hukum Indonesia di mata masyarakat dan internasional. Dan untuk kesekian kalinya saya tegaskan, saya tidak butuh jaksa yang pintar tapi tidak berintegritas, saya hanya butuh jaksa yang pintar dan berintegritas !" tegas Jaksa Agung R.I.

"Oleh karenanya, saya mengingatkan kepada saudara sekalian untuk menjadi pionir perubahan di tempat penugasan masing-masing dan agar turut serta secara proaktif guna mendorong dan menggerakkan perubahan pola pikir untuk menumbuhkan etos kerja yang berorientasi pelayanan kepada masyarakat." tandas Jaksa Agung.

Upacara ini juga dihadiri oleh Wakil Jaksa Agung RI. Setia Untung Arimuladi,S.H. M.Hum, Ketua Komisi Kejaksaan R.I. Dr. Barita Simanjuktak dan Para Jaksa Agung Muda serta Kepala Badan Diklat Kejaksaan R.I. berserta para Pejabat Eselon II dan III di Badan Diklat Kejaksaan RI. Sementara hadir secara virtual Para Kepala Kejaksaan Tinggi dan Para Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri beserta para peserta PPPJ Angkatan LXXVII dari seluruh Indonesia

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini