Yaqut Cholil Qoumas Ingin Buktikan Kemenag Jadi Kementerian Semua Agama

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 23 Desember 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 337 2332715 yaqut-cholil-qoumas-ingin-buktikan-kemenag-jadi-kementerian-semua-agama-015PMksAVL.JPG Serah Terima Jabatan Menag (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi menduduki jabatannya. Setelah pagi tadi telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dan telah dilangsungkan “Serah Terima Jabatan Menteri Agama RI” dari Menag sebelumnya, Fachrul Razi yang berlangsung secara virtual, Rabu (23/12/2020).

Dalam sambutannya, Gus Yaqut sapaan akrabnya mengutip dari kata-kata dari Presiden Indonesia 1999-2001, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disampaikan oleh Menag periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifudin bahwa Kementerian Agama seperti pasar.

“Saya ingat mungkin waktu pak Lukman Hakim Saifudin, Saya dengar dulu ketika beliau masuk ke Kementerian ini, pertama beliau menceritakan bagaimana Gus Dur berseloroh soal Kementerian Agama, ini populer sekali. Gus Dur mengatakan yang diulang oleh pak Lukman Hakim, ‘Kementerian Agama itu seperti pasar, semua ada kecuali agama itu kata Gus Dur’,” ungkap Gus Yaqut salam sambutannya.

Gus Yaqut pun ingin membuktikan bahwa Kementerian Agama harus menjadi Kementerian semua agama. “Ini waktunya kita membuktikan bahwa Kementerian Agama ini bukan hanya Kementerian Agama. Tapi Kementerian semua agama. Sehingga yang disebut oleh Gus Dur ya ini, pasar agama-agama ini ada di Kementerian Agama. Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi semua agama ada di Kementerian ini,” tegasnya.

Gus Yaqut pun ingin menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi. “Kita tunjukkan kepada publik, Saya katakan kemarin di Istana Negara dan tadi juga Saya sampaikan kepada bapak Presiden, saya hanya ingin menjadikan melalui Kementerian Agama ini, saya ingin menjadikan agama ini sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Itu kalau di breakdown akan luar biasa, agama sebagai inspirasi bukan aspirasi.”

“Bagaimana kita ini harus saling menghormati antar sesama pemeluk agama, bagaimana kita harus saling menghormati mereka yang berbeda keyakinan sebagaimana disampaikan oleh Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah. Mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan. Toleransi tingkat tinggi ini harus dijadikan teladan dari sini dari Kementerian Agama ini,” ungkap Gus Yaqut.

Gus Yaqut pun tidak ingin di Kementerian Agama muncul diskriminatif. “Saya tidak ingin dari Kementerian ini justru muncul sikap-sikap atau cara-cara yang diskriminatif antara satu dengan yang lain. Saya tidak ingin itu ada atau muncul dari Kementerian Agama ini,” tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini