KPK Tanya Istri Edhy Prabowo Tahu atau Tidak Barang Mewah Dibeli Pakai Uang Suap

Tim Okezone, Okezone · Selasa 22 Desember 2020 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 337 2332428 kpk-tanya-istri-edhy-prabowo-tahu-atau-tidak-barang-mewah-dibeli-pakai-uang-suap-wqLnahBjlr.jpg Iis Rosita Dewi. (Foto: IG @iisedhyprabowo)

JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus istri tersangka Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi, telah selesai diperiksa sebagai dalam kasus dugaan suap pengurusan izin di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pengiriman kargo benih lobster (benur) ke luar negeri melalui PT Aero Citra Kargo (ACK). 

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan Iis dalam rangka penyitaan barang-barang yang ditemukan dan diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu 25 November 2020. Barang-barang tersebut di merupakan barang-barang mewah yang dibeli Amerika Serikat. 

"Di antaranya tas mewah berbagai merek dan juga jam tangan mewah dan barang lainnya," ujar Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (22/12/2020) malam.

Jaksa penuntut umum yang menangani sejumlah perkara ini membeberkan, selepas OTT dan sesaat setelah status Edhy Prabowo dan enam orang lain menjadi tersangka juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap Iis sebagai saksi. 

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengonfirmasi secara spesifik terkait dengan aktivitas kunjungan dinas tersangka Edhy Prabowo ke Amerika Serikat. Pasalnya Iis ikut dalam rombongan yang melakukan kunjungan dinas. 

Baca juga: 8 Menteri yang Ditangkap KPK Sejak Pemerintahan SBY hingga Jokowi

"Selain itu dikonfirmasi kepada saksi Iis Rosita Dewi terkait pengetahuan saksi mengenai adanya pembelian berbagai barang, di antaranya tas dan jam mewah di Amerika Serikat yang sumber uang pembeliannya diduga dari penerimaan uang yang terkait perkara ini," ujar Ali. 

Saat pemeriksaan sebelumnya, Iis mengaku di hadapan penyidik bahwa uang yang dipakai untuk membeli barang-barang mewah di Amerika Serikat menggunakan uang Edhy atau bersumber dari Edhy. Lebih dari itu untuk pengembangan ke depan, penyidik akan mendalami pengetahuan Iis apakah mengetahui atau tidak bahwa uang bersumber dari Edhy adalah uang dugaan suap.

"Saat pemeriksaan, saksi (Iis) mengaku uang yang dipakai untuk membeli barang-barang itu bersumber dari suaminya (Edhy). Nanti akan masih diperdalam lagi apakah (Iis) tahu atau tidak sumber sebenarnya uang (dugaan) suap," ungkap Ali.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka dan telah ditahan. Satu orang pemberi suap yakni pemilik sekaligus Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPP) Sarjito. Berikutnya ada enam orang sebagai tersangka penerima suap.

Mereka yakni, pertama, Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan. Kedua, Staf Khusus Menteri KKP sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster KKP Andreau Pribadi Misata.

Ketiga, Staf Khusus Menteri KKP sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster KKP Safri. Keempat, pemegang PT Aero Citra Kargo (ACK) Amril Mukminin. Kelima, Ainul Faqih selaku staf Iis Rosyati Dewi (istri Edhy Prabowo). Keenam, pengurus PT ACK Siswadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini