Anita Kolopaking Divonis 2,5 Tahun Penjara Terkait Kasus Djoko Tjandra

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 22 Desember 2020 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 337 2332390 anita-kolopaking-divonis-2-5-tahun-penjara-terkait-kasus-djoko-tjandra-PzlAvbHj2C.jpg Sidang vonis Anita Kolopaking. (Foto : Sindonews/Raka Dwi Novianto)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis terhadap Anita Kolopaking dengan pidana 2 tahun 6 bulan penjara atas kasus pemalsuan sejumlah surat untuk kepentingan Djoko Tjandra.

Hakim menyatakan Anita bersalah menurut hukum telah menyuruh membuat surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19, dan surat rekomendasi kesehatan. Anita juga dinyatakan terbukti memberi pertolongan kepada Djoko Tjandra yang merupakan terpidana korupsi dan belum ditahan karena melarikan diri.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Anita Kolopaking oleh karena itu dengan pidana penjara dua tahun dan enam bulan," ujar Hakim Ketua Muhammad Sirat saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020).

Dalam menjatuhkan vonis Majelis Hakim memiliki beberapa pertimbangan. Pertimbangan yang memberatkan yakni Anita telah mencederai profesinya sebagai advokat. Perbuatan Anita telah membahayakan keselamatan masyarakat dengan melakukan perjalanan tanpa tes Covid-19 dan Anita tidak merasa bersalah.

"Hal meringankan terdakwa berlaku sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum," ucap Hakim.

Vonis Majelis Hakim terhadap Anita ini lebih tinggi daripada tuntutan jaksa penuntut umum. JPU meminta hakim menghukum Anita dengan pidana dua tahun penjara.

Usai vonis tersebut, Anita melalui kuasa hukumnya Tommy Sihotang, mengatakan pihaknya akan melakukan banding atas vonis hakim tersebut.

Baca Juga : Brigjen Prasetijo Utomo Divonis 3 Tahun Terkait Pemalsuan Surat untuk Djoko Tjandra

"Pasti kami banding. Cuma nih ada mepet mau natal tahun baru. Mungkin besok, paling lambat lusa kami banding," ungkap Tommy.

Baca Juga : Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Terkait Kasus Surat Palsu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini