Budi Gunadi, Insinyur Pertama Dalam Sejarah yang Menjabat Menteri Kesehatan

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 22 Desember 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 337 2332242 budi-gunadi-insinyur-pertama-yang-menjabat-menteri-kesehatan-VpZUfRCZiY.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mereshuffle jajaran Kabinet Indonesia Maju. Ada enam orang menteri baru yang diumumkan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. Keenamnya akan dilantik Jokowi besok, Rabu (23/12) pagi.

"Pelantikan akan dilaksanakan besok pagi," ujar Jokowi di Istana Merdeka usai mengumumkan reshuffle kabinet, Selasa (22/12/2020).

Salah satu nama yang mengisi kursi menteri Jokowi adalah Budi Gunadi Sadikin. Ia menggantikan Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan (Menkes). Namun, Budi diketahui bukan berlatarbelakang dari bidang kesehatan seperti Terawan.

Budi G Sadikin merupakan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendampingi Menteri Erick Thohir mengembangkan ratusan perusahaan pelat merah. Pria kelahiran 8 Juli 1964 itu sebelumnya pernah menjabat Direktur Utama (Dirut) Inalum hingga Dirut Bank Mandiri.

Budi merupakan satu-satunya menteri kesehatan yang mempunyai latar belakang insinyur. Jokowi pun belum menjelaskan alasannya menunjuk Budi sebagai Menkesk. Namun Budi ikut andil dalam proses berburu vaksin Covid-19 untuk Indonesia.

Budi merupakan lulusan sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bidang Fisika Nuklir pada 1988. Setelah itu, dirinya juga menempuh sertifikasi sebagai Chartered Financial Consultant (CHFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute pada 2004.

Dirinya juga mengikuti berbagai program seperti 'Strategic Thinking and Management for Competitive Advantage Program’ dari Wharton University of Pennsylvania pada 2008, dan berbagai program lainnya hingga ‘Executive Education Risk Management in Banking’ dari INSEAD pada 2012.

Karir Budi dimulai pada 1988, dengan menjadi Staff Teknologi Informasi di IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang. Kemudian dipindah ke IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Systems Integration and Professional Services Manager.

Setelah itu, Budi melanjutkan karirnya di berbagai bank, mulai dari Bank Bali pada 1994 dengan beberapa jabatan diantaranya sebagai General Manager Electronic Banking hingga Chief General Manager Human Resources sampai pada 1999.

Kemudian bergabung dengan ABN Amro Bank Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Consumer dan Commercial Banking (Senior Vice President), untuk ABN AMRO Bank Indonesia & Malaysia hingga 2004.

Lalu pindah ke Bank Danamon dan menjabat Executive Vice President Consumer Banking, juga pernah menjadi Direktur di Adira Quantum Multi Finance. Kemudian Budi bergabung di Bank Mandiri sebagai Direktur Micro and Retail Banking.

Pada 2013 Budi diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri hingga 2016. Lalu pada 2016, dirinya ditunjuk menjadi Staff Khusus Menteri BUMN, dan aktif menjadi Anggota Dewan Penasehat Asosiasi Fintech Indonesia sebelum akhirnya mendampingi Erick

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini