8 Menteri yang Ditangkap KPK Sejak Pemerintahan SBY hingga Jokowi

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Selasa 22 Desember 2020 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 337 2332230 8-menteri-yang-ditangkap-kpk-sejak-pemerintahan-sby-hingga-jokowi-oCwe2jCS2k.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengumumkan kocok ulang atau reshuffle kabinetnya di Istana Kepresidenan, Selasa (22/12/2020). Salah satu yang menyebabkan Jokowi merombak kabinetnya, tentu lantaran dua menterinya yakni Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan dan Julian Peter Batubara sebagai Menteri Sosial ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekadar diketahui, sejak didirikan tahun 2002 ratusan pejabat maupun pengusaha terjaring KPK. Triliyunan rupiah pun berhasil diselamatkan oleh lembaga Antirasuah tersebut.

KPK juga sudah menangkap sejumlah menteri yang terbukti korupsi dan merugikan negara. Setidaknya, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Jokowi, sudah delapan menteri terjaring KPK lantaran memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri.

Berikut 8 menteri yang ditangkap KPK dari era pemerintahan SBY hingga Jokowi:

1. Menkes Siti Fadillah Supari (2014).

Bukan karena Operasi Tangkap Tangan (OTT), Menteri Kesehatan era SBY, Siti Fadillah Supari ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh KPK di tahun 2014 lalu.

Kala itu, KPK mengambil alih kasus pengadaan flu burung oleh Kemenkes di tahun 2004 lalu dari Bareskrim Polri.

Meskipun sempat menjadi tersangka, namun kasus Siti baru disidangkan tahun 2017 lalu atau tiga tahun setelah penetapan tersangka. Ia kemudian di vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan karena terbukti menyalahgunakan kewenangannya.

Dalam persidangan Siti terbukti menerima 20 lembar Mandiri Traveller Cheque senilai Rp500 juta dan cek perjalanan serupa senilai Rp1,37 miliar.

2. Andi Mallarangeng

Sempat dipercaya menjadi juru bicara presiden SBY di periode 2004-2009. Andi di percaya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II periode 2009 - 2014 lalu.

Pada Desember 2012, Andi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang, Bogor setelah menjadi menteri selama tiga tahun.

Di kasus ini, Andi menjadi menteri aktif pertama yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Andi dinyatakan bersalah telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 2 miliar dan 550.000 dollar AS dan memperkaya korporasi. Pengdilan Tipikor Jakarta Pusat lantas menjatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan dan bebas tahun Juli 2017. Posisinya kemudian Agung Leksono.

Suryadharma Ali (Foto : Okezone.com)

Baca Juga : Presiden Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil atau Gus Yaqut Jadi Menteri Agama

Baca Juga : Ini Daftar 6 Menteri Baru Jokowi

3. Suryadharma Ali

Ketum PPP sekaligus Menteri Agama di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II periode 2009-2014, Suryadharma Ali di tetapkan sebagai tersangka dalam korupsi penyelenggaraan haji di Kementrian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2012 - 2013.

Kasusnya pertama kali diusut Mei 2014 sebelum akhirnya Juli 2015 KPK menetapkan tersangka dana operasionel menteri di Kemenag.

Ia kemudian dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan pada tingkat banding. Ia kemudian diwajibkan membayar uang pengganti Rp 1.821.698.840 subsider dua tahun penjara.

Dalam sidang, Suryadharma Ali dinilai menyalahgunakan wewenang yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 27.283.090.068 dan 17.967.405 riyal Saudi.

Selain itu, Suryadharma juga dinyatakan bersalah menggunakan dana operasional menteri untuk biaya pengobatan anak serta membayar ongkos liburan keluarga ke Singapura dan Australia.

4. Jero Wacik

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Indonesia Kerja jilid I dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kabinet Indonesia jilid II, Jero Wacik tersandung KPK pada September 2014 lalu dan ditetapkan tersangka pada Februari 2015 lalu.

Jero ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan wewenang dalam kapasitasnya sebagai Menbudpar periode 2008-2011.

Tahun 2016, Jero kemudian divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp 5,073 miliar.

Dalam sidangnya, ia dianggap terbukti menyalahgunakan dana operasional selama menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Parriwisata serta Menteri ESDM, dan menerima gratifikasi.

5. Idrus Marham

Sementara di sisa masa jabatan pertama Presiden Joko Widodo (2014-2019). Sekjen Golkar sekaligus Menteri Sosial Kabinet Kerja, Idrus Marham di tetapkan tersangka Agustus 2018. Idrus ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt.

Idrus dijatuhi vonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada tingkat kasasi. Idrus terbukti menerima suap Rp 2,250 miliar besama Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Pemberian uang tersebut agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.

6. Imam Nahrawi

Tak jauh beda, korupsi juga menimpa Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Kerja Jokowi, 2014-2019 lalu. Ia ditetapkan tersangka kasus suap terkait pengurusan dana hibah dan gratifikasi dari sejumlah pihak tahun 2018 lalu.

Saat itu, Imam dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti senilai Rp 18.154.230.882.

Imam bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum, dalam sidang terbukti menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar dari mantan Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan mantan Bendahara KONI Johnny E Awuy.

Suap dimaksudkan agar Imam dan Ulum mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora RI untuk tahun kegiatan 2018.

Selain itu, ia dinilai terbukti menerima gratifikasi senilai total Rp 8.348.435.682 dari sejumlah pihak.

7. Edhy Prabowo

Sementara di periode kedua, Kabinet Indonesia Jokowi 2019 -2024. Waketum Gerindra sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo tersangkut kasus Korupsi.

Edhy sendiri merupakan menteri pertama yang ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan.

Ia ditangkap KPK pada Kamis (25/11/2020) dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster.

Dalam penyidikannya, ia diduga menerima uang senilai Rp3,4 miliar dan 100.000 dollar AS dari pihak PT Aero Citra Kargo.

Perusahaan tersebut diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui PT Aero Citra Kargo dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

8.Juliari Peter Batubara

Berselang penetapan Idrus Marham 2018, Mensos Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, Juliari Batubara juga di tangkap. Juliari merupakan Mensos kedua yang tersandung Korupsi dan diamankan KPK.

Sebelum ditetapkan tersangka 6 Desember 2020 lalu, Juliari menyerahkan diri ke KPK usai dua pegawainya ditangkap dan ditetapkan tersangka.

KPK menduga Juliari korupsi bantuan sosial COVID-19. Ia diduga menerima fee sebesar Rp 10.000 untuk masing-masing paket bantuan sosial COVID-19 di wilayah Jabodetabek. Selain Juliari, terdapat 4 orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, baik dari pihak Kementerian Sosial maupun swasta. Sementara Juliari diduga mendapatkan gratifikasi Rp17 miliar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini