Share

Serba-Serbi Istana Kepresidenan: Ada "Apartemen" Burung hingga Pohon Berusia Ratusan Tahun

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 22 Desember 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 337 2332138 serba-serbi-istana-kepresidenan-ada-apartemen-burung-hingga-pohon-berusia-ratusan-tahun-bBDZhM1tqk.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA - Istana Kepresidenan merupakan salah satu tempat penting di Indonesia. Selain sebagai tempat presiden, tentu ada berbagai serba-serbi di dalamnya yang tidak semua orang tahu.

Salah satunya adalah rutinitas pihak istana dalam memberi makanan kepada satwa liar. Seperti diketahui taman istana dipenuhi pepohonan yang seringkali jadi kunjungan satwa liar seperti burung dan tupai.

(Baca juga: Dicatut untuk Program Bansos Rp131 Miliar, DMI Lapor ke Polda Metro Jaya)

“Tidak hanya tamu saja yang kita jamu. Ada burung, ada tupai. Kita di istana ini kedatangan tamu yang merupakan sebetulnya satwa liar. Misalnya burung ada di Taman Monas, mereka pun kita jamu,” kata Kepala Biro Pengelolaan Istana Darmastuti, dalam webminar Ragam Pesona Istana Istana Kepresidenan, Selasa (12/12/2020).

Ditambahkannya, rutinitas memberi makan burung di istana bukanlah hal baru. Menurutnya sejak tahun 1992 masuk di Istana, hal ini sudah ada.

“Kami masuk di sini tahun 92 pun sudah ada kacang-kacangan. Kita bahkan buatkan semacam apartement agar burung-burung datang,Kita gantung di pohon-pohon di istana agar saat burung-burung datang ada di situ,” ulasnya.

“Sore kita masih dengar suara burung. Mayoritas burung Betet. Karena mayoritas yang kita siapkan kacang-kacangan makannya. Kalau daging yang datang burung elang,” sambungnya.

Tidak hanya satwa, perempuan yang disapa Uti ini mengatakan istana memberikan perhatian kepada tanaman di istana. Berbagai tanaman lokal jadi keunggulan dalam mempercantik istana.

Apalagi seringkali presiden menggelar acara di bawah pohon, sehingga pohon-pohon besar di Istana sering dicek keamanannya.

“Ada pohon trembesi yang ditanam tahun 1870 sudah lebih dari 100 tahun. Dalamnya seperti apa? Apakah masih kokoh? Sehat? Sehingga jika ada kegiatan tidak terjadi sesuatu,” tuturnya.

“Tidak hanya burung tapi pohon kita juga rawat. Seperti USG. Gunakan alat milik Puslitbanghut. Apakah ini masih aman atau keropos,” ujarnya.

Tidak hanya itu tanaman di istana itu juga memiliki barcode. Jika di scan akan berisi informasi terkait pohon tersebut.

“Informasinya ada nama latinnya, nama lokalnya. Ini jadi satu edukasi. Bahkan sampai manfaat dari tanaman itu apa. Ada pohon buah dan pohon langka,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini