Vonis Djoko Tjandra Jadi 2,5 Tahun Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 22 Desember 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 337 2332125 ini-yang-meringankan-vonis-djoko-tjandra-jadi-2-5-tahun-apqHzQBkXL.jpg Djoko Tjandra saat ditangkap Bareskrim Polri (foto: Okezone.com/Arif)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis Djoko Tjandra 2 tahun 6 bulan pidana penjara. Djoko Tjandra divonis atas kasus surat jalan dan dokumen palsu. Selain itu, hal yang meringankan vonis tersebut karena Djoko Tjandra bersikap sopan selama persidangan, dan menyesali perbuatannya serta berusia lanjut

"Menjatuhkan pidana terhadap Djoko Soegiarto Tjandra dengan pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan penjara," ujar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020).

Baca juga:  Perantara Suap Djoko Tjandra Akui Serahkan Uang kepada 2 Jenderal Polisi 

Dalam menjatuhkan vonis, Majelis Hakim memiliki beberapa pertimbangan yakni hal yang memberatkan, tindak pidana Djoko Tjandra dilakukan saat melarikan diri dan terdakwa membahayakan kesehatan masyarakat dengan melakukan perjalanan tanpa tes.

"Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, menyesali perbuatannya dan terdakwa berusia lanjut," kata Majelis Hakim.

 Baca juga: Ketika Netizen Sindir '25 M' Djoko Tjandra untuk Berandai-andai 

Diketahui vonis ini lebih berat dari tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU). Dimana JPU menuntut Djoko Tjandra dihukum dua tahun penjara karena diduga menyuruh melakukan tindak pidana memalsukan surat secara berlanjut.

Sekedar informasi, Tjandra didakwa bersama-sama dengan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo dan Advokat Anita Dewi Anggraeni Kolopaking telah memalsukan beberapa surat dan dokumen untuk kepentingan pelarian Djoko Tjandra.

Djoko Tjandra sendiri merupakan terpidana kasus "cessie" Bank Bali berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung 11 Juni 2009 yang dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp15 juta subsider 3 bulan. Namun ia melarikan diri sehingga sejak 17 Juni 2009 ditetapkan status buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Jenderal Imigrasi dan daftar Interpol Red Notice.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini