Tersandung Isu Korupsi Bansos, PT Sritex Angkat Bicara

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 21 Desember 2020 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 337 2331633 tersandung-korupsi-bansos-pt-sritex-angkat-bicara-blFUUQs0Rd.jpg Mensos RI Juliari P Batubara (Okezone)

JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) angkat bicara terkait adanya isu keterlibatan Sritex dalam pengadaan ‘goodiebag’ atau bantuan sosial (Bansos) yang diadakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos). Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Mensos RI Juliari P Batubara sebagai tersangka.

Sebelumnya disebut bahwa Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka merekomendasikan goodie bag dari Sritex untuk digunakan sebagai tempat bantuan bansos yang dibagikan Kemensos.

(Baca juga: Relawan Jokowi : Gibran Sosok Pekerja Keras yang Tak Manfaatkan Jabatan untuk Raih Kekayaan!)

Menanggapi hal itu, Corporate Communication Head PT Sri Rejeki Isman, Joy Citradewi mengatakan, pihak Sritex dihubungi oleh pihak Kemensos mengenai kebutuhan tas ‘goodiebag’ pada bulan April 2020 lalu. Pemesanan tersebut telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku.

(Baca juga: Juliari Batubara Tersangka Korupsi Bansos, Netizen: Ternyata Bapak yang Ganti Indomie Jadi Mi Sakura!)

“Berita keterlibatan Gibran Rakabuming Raka dalam pengadaan ini tidak benar. Kami tidak pernah membuka komunikasi apapun dengan Sdr. Gibran Rakabuming Raka terkait pengadaan ini,”ujar Joy dalam keterangannya yang diterima Okezone, Senin (21/12/2020).

Sebagai perusahaan terbuka (Tbk), pihaknya selalu mengedepankan asas transparansi dan keterbukaan informasi.

“Kami juga berharap klarifikasi ini dapat meluruskan isu yang beredar di tengah masyarakat dan dapat dituntaskan segera dan sebaik- baiknya,” pungkasnya.

 Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan paket bansos berupa sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek. Kelima tersangka itu yakni, Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, PPK Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabuke (HS).

Atas perbuatannya, tersangka Matheus Joko Santoso, dan inisial AW disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 (i) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, tersangka Juliari Batubara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan para tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini