Muhammadiyah Koreksi Waktu Subuh, Kemenag Segera Koordinasi dengan Tim Falak

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 21 Desember 2020 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 337 2331293 muhammadiyah-koreksi-waktu-subuh-kemenag-segera-koordinasi-dengan-tim-falak-ZznHFmLqr4.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Muhammadiyah melakukan koreksi waktu Subuh yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag). Hal tersebut berdasarkan temuan lembaga penelitian dan ilmu falak Muhammadiyah.

Merespon hal ini, Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Ismail Fahmi segera melaksanakan koordinasi dengan tim falak Kemenag. “Insya Allah, hari ini kami akan melakukan rapat dengan tim falak,” ungkapnya melalui pesan singkat saat dikonfirmasi Sindo Media, Senin (21/12/2020).

Sebelumnya, dari keterangan resmi Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohamad Mas’udi mengungkapkan bahwa waktu subuh perlu dikoreksi.

Hal ini merujuk berdasarkan Alquran dan al-Hadits menunjukkan bahwa waktu subuh ditentukan oleh fenomena alam. Bahkan, Muhammadiyah juga memperlihatkan pandangan-pandangan para ulama-astronom untuk menambah referensi terkait ketentuan waktu subuh ini.

Baca Juga: Muhammadiyah Koreksi Waktu Subuh Kemenag, Ini Penjelasannya

“Berdasarkan temuan ketiga lembaga penelitian astronomi dan ilmu falak Muhammadiyah ini menyimpulkan bahwa ketentuan Kementerian Agama tentang ketinggian matahari pada waktu subuh di angka -20 derajat perlu dikoreksi dan Majelis Tarjih menilai -18 derajat merupakan angka yang lebih akurat,” jelas Mas’udi saat memaparkan Hasil Munas Tarjih Muhammadiyah ke 31 pada Minggu 20 Desember 2020.

Sehingga, dengan adanya koreksi dua derajat itu maka waktu subuh saat ini diundur sekitar 8 menit, umpamanya saat ini Subuh di Indonesia Bagian Barat jam 03.50 maka awal waktu subuhnya mundur menjadi 03.58 menit.

Hasil ini juga hasil dari temuan Islamic Science Research Network (ISRN) UHAMKA, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (Pastron UAD), dan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini