Diplomat Jerman Datang ke Markas FPI, Pengamat Unpad; Jangan Lebai

Arif Budianto, Koran SI · Minggu 20 Desember 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 337 2330988 diplomat-jerman-datang-ke-markas-fpi-pengamat-unpad-jangan-lebai-hgmJtnPfQJ.jpg Foto: Istimewa.

BANDUNG - Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Arry Bainus mengatakan, viralnya foto mobil diplomat Jerman datang ke Markas FPI tidak perlu ditanggapi berlebihan. Hal itu dianggap sudah biasa dilakukan diplomat di semua negara untuk menghimpun informasi secara langsung.

"Jangan terlalu lebai, mencermatinya. Menurut saya itu hal biasa saja. Karena seorang diplomat itu kan bisa saja dia silaturahmi dengan siapa saja. Karena salah satu fungsi diplomasi adalah, dia harus melaporkan kepada negaranya tentang kejadian yang terjadi di suatu tempat," jelas Arry, Minggu (20/12/2020).

BACA JUGA: Staf Kedubes Jerman Kunjungi Markas FPI, Ini Penjelasan Kemenlu!

Menurut Arry, wajar saja kalau seorang diplomat mencari informasi. Jangan dianggap kedatangan ke sekitar markas FPI adalah sebuah intervensi. Apalagi tidak ada bukti memberi dana atau lainnya.

"Lah wong dia enggak memberi dana atau lainnya, kalaupun memberi dana dan kalau bukan untuk hal terlarang, juga sah saja. Kecuali kalau FPI sudah dianggap terlarang atau teroris, itu boleh. Tapi pemerintah kan belum mengatakan FPI terlarang, atau menjadi organisasi terosris, ya itu normal aja," beber Arry.

Menurut dia, diplomat Indonesia juga sering seperti itu, misalnya menjamu tamu untuk kepentingan diplomasi tertentu. Datang ke LSM atau organisasi di luar negeri, sepanjang organisasi itu bukan terlarang. Hal itu biasa saja dilakukan. "Cuman ini kan masalahnya isi sensitif, karena dengan FPI," tegas dia.

BACA JUGA: Heboh Foto Bule Masuki Kantor DPP FPI, Azis Yanuar: Itu Diplomat Jerman

Menurut dia, Kemlu bisa saja melakukan klarifikasi kepada Kemlu Jerman secara normal, sehingga isu ini tidak berkembang kemanapun. "Tidak perlu ada persona non grata. Tidak perlu sampai kesana. Secara hubungan antara negara juga tidak ada persoalan," imbuh dia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini