Kompolnas Sudah Kantongi Nama Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ini Kriterianya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 19 Desember 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 19 337 2330622 kompolnas-sudah-kantongi-nama-calon-kapolri-pengganti-idham-azis-ini-kriterianya-VkvmyvIyi0.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah mengantongi nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun pada awal 2021. Kendati demikian, Kompolnas masih merahasiakan nama-nama para calon kapolri tersebut.

Komisoner Kompolnas Poengky Indarti meminta agar publik bersabar soal nama-nama calon kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Kompolnas berjanji akan mengumumkannya setelah nama-nama calon kapolri tersebut diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Mohon maaf saya belum bisa menyampaikan nama-nama. Harus kami sampaikan kepada Presiden dulu. Mohon bersabar ya," ucap Poengky saat dikonfirmasi MNC Media, Sabtu (19/12/2020).

Baca Juga: Daftar 13 Komjen Polri Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis

Dikonfirmasi lebih lanjut, Poengky juga masih merahasiakan berapa nama calon kapolri yang akan diserahkan ke Presiden Jokowi. Yang pasti, kata Poengky, kriteria calon kapolri yang akan diserahkan ke Presiden Jokowi yakni, memiliki prestasi, integritas, dan rekam jejaknya terbaik.

"Saya belum tahu nantinya berapa nama yang akan kami sampaikan kepada Presiden. Tapi yang jelas adalah yang memiliki prestasi, integritas dan track record terbaik. Kami akan menyampaikan dalam waktu dekat," ungkapnya.

Poengky menambahkan, berdasarkan Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 38 ayat (1) huruf b, Kompolnas memang bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.

Merujuk pasal 11 ayat (6) UU nomor 2 tahun 2002, sambungnya, maka calon Kapolri adalah perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan karier.

"Oleh karena itu nantinya ketika memberikan pertimbangan kepada Presiden maka kami berpedoman pada pasal 11 ayat (6) UU nomor 2 tahun 2002," terangnya.

Poengky menjelaskan yang dimaksud dengan jenjang kepangkatan ialah prinsip senioritas dalam arti penyandang pangkat tertinggi di bawah Kapolri. Sedangkan yang dimaksud jenjang karier, adalah pengalaman penugasan dari perwira tinggi calon Kapolri pada berbagai bidang profesi Kepolisian atau berbagai macam jabatan di Kepolisian.

"Kompolnas akan melihat data track record dan prestasi calon-calon Kapolri, dan akan memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk calon-calon yang track record dan prestasinya terbaik," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini