Refly Harun Bilang Tuntutan Aksi 1812 Sangat Masuk Akal

Agregasi Solopos, · Sabtu 19 Desember 2020 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 19 337 2330510 refly-harun-bilang-tuntutan-aksi-1812-sangat-masuk-akal-iQnrcYeuCC.jpg Refly Harun (Foto : Okezone.com)

JAKARTA — Pakar hukum tata negara Refly Harun menilai tuntutan massa aksi 1812 sangat masuk akal. Aksi 1812 digagas oleh Aliansi Nasional Anti Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK NKRI) di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020).

Aksi 1812 yang disebut Refly masuk akal ini menuntut pembebasan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab dan juga menuntut pengungkapan kasus tembak mati enam laskar FPI.

Pakar hukum tata negara Refly Harun kemudian membahasnya dalam via saluran YouTube berjudul "Rakyat Kepung Istana!!? Tuntut Adili Eksekutor 6 Laskar FPI dan Bebaskan Habib Rizieq!!".

"Tuntutan untuk membebaskan Habib Rizieq dan tuntutan bagaimana mengadili eksekutor enam laskar FPI, menurut saya tuntutan ini sangat masuk akal," ujar Refly dikutip dari channel Youtube-nya, Jumat (18/12/2020).

Terkait dengan pembebasan Habib Rizieq, Refly mengemukakan dua arti pembebasan. Pertama adalah melepaskan Habib Rizieq yang saat ini ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya yang bisa dilakukan aparat, penyidik, atau penegak hukum kapan pun.

Terlalu Dipaksakan

Kedua adalah membebaskan Habib Rizieq dari segala tuntutan, tuduhan, dan dakwaan dari segala penersangkaan dengan mengeluarkan SP3 yaitu Surat Perintah Penghentian Penyidikan. "Kalau misalnya dibebaskan ya berarti harus keluar SP3, secara teknisnya begitu," kata Refly.

Beberapa kali Refly bahwa penersangkaan Habib Rizieq ini terlalu dipaksakan. Dia menilai masalah kerumunan seharusnya bisa diselesaikan secara administratif dan juga teguran untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga : Kasus Habib Rizieq Ditangani Bareskrim, Ini Harapan FPI

Menurutnya, Rizieq telah koorperatif dengan meminta maaf terkait kerumunan dan juga membatalkan seluruh acaranya serta menghimbau pendukungnya untuk mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, tuntutan lain dari Aksi 1812, yaitu pengungkapan kasus penembakan enam laskar FPI. Refly menilai peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan.

"Misalnya pengadilan Hak Asasi Manusia. Jadi kalau kita baca reading between the line, sepertinya memang terlihat mengarah kesana, tapi sekali lagi ini analisis saya," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini