KPK Panggil Pensiunan TNI Dalami Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 18 Desember 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 337 2330035 kpk-panggil-pensiunan-tni-dalami-korupsi-pt-dirgantara-indonesia-esmR6Njt7i.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi kasus dugaan korupsi terkait kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia tahun 2007-2017. Ketiganya akan diperiksa di Polrestabes Bandung sebagai saksi untuk tersangka eks Dirut PT PAL Budiman Saleh.

Ketiganya yakni Hari Yuwono, Tjuk Agus Minahasa, dan Yadi Husyadi dengan jabatan sebagai pesiunan. Setelah ditelusuri Tjuk Agus dan Yadi merupakan pensiunan dari TNI. "Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Budiman Saleh)," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Tahanan Wali Kota Cimahi dan Penyuapnya

Diketahui, KPK telah menetapkan eks Dirut PT PAL Budiman Saleh sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia. Budiman Saleh diduga terlibat korupsi ketika menjabat di PT Dirgantara Indonesia sebagai Direktur Aerostructure (2007- 2010); Direktur Aircraft Integration (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi (2012-2017).

Budiman Saleh diduga terlibat korupsi karena menerima kuasa dari tersangka mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan mitra penjualan.

Selain itu, Budiman Saleh juga disebut turut memerintahkan Kadiv Penjualan agar memproses lebih lanjut tagihan dari mitra penjualan. Padahal, Budiman Saleh mengetahui bahwa mitra penjualan tidak melakukan pekerjaan pemasaran.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Kongkalikong Eks Komisaris PT Dirgantara Indonesia

Atas dugaan perbuatan melawan hukum tersebut, KPK menduga terdapat kerugian keuangan negara pada PT Dirgantara Indonesia (Persero) senilai Rp202.196.497.761 dan 8.650.945 dolar AS. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp315 miliar.

Sejauh ini, dari hasil penyidikan KPK, tersangka Budiman Saleh diduga menerima aliran dana hasil pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif tersebut sebesar Rp686.185.000.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini