Mahfud MD Sebut Ada Sekelompok Pemuda Dilatih Khusus untuk Meneror VVIP

Felldy Utama, iNews · Jum'at 18 Desember 2020 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 337 2329885 mahfud-md-sebut-ada-sekelompok-pemuda-dilatih-khusus-untuk-meneror-vvip-vH5i3b86JJ.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut ada sekelompok anak muda yang dilatih di tempat khusus untuk melakukan aksi teror untuk pejabat VVIP.

Hal itu dia ungkapkan saat memberikan sambutan di acara penyerahan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan Kementerian/Lembaga di bidang kesatuan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menyampaikan tentang bahaya dan tingkatan dari tindakan separatisme. Salah satu tingkatan yang disebutnya adalah radikalisme dalam bentuk teror.

"Hari ini bisa melihat tadi polisi menangkap 23 orang teroris dari berbagai tempat yang kemudian dikumpulkan di Lampung gitu, lalu diangkut ke Jakarta," kata Mahfud dalam sambutannya, Kamis (17/12/2020).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut, 23 orang teroris yang digelandang aparat kepolisian itu merupakan orang-orang yang tengah mempersiapkan kegiatan-kegiatan teror, seperti melakukan aksi pengeboman hingga melancarkan aksi kerusuhan di berbagai tempat.

"Bahkan saya mendapat informasi ada sekelompok anak-anak muda yang dilatih di suatu tempat khusus untuk menteror VVIP. Saya dapat foto latihannya juga," ujarnya.

"Nah yang seperti ini jadi radikalisme yang menghantam ideologi," tutur dia melanjutkan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 23 terduga teroris anggota Jamaah Islamiyah (JI) tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Rabu (16/12/2020) sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka diterbangkan dari Lampung menggunakan pesawat carter Batik Air A30.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut di antara mereka ada Zulkarnain yang merupakan pimpinan Askari Markaziah JI dan Upik Lawanga yang terkenal sebagai pembuat bom. Semuanya tampak ditutup matanya dan matanya diborgol serta menggunakan baju tahanan oranye.

"Tersangka Zulkarnain merupakan pimpinan Askari Markaziah Jamaah Islamiyah dan otak dari Bom Bali 1. Sementara Upik Lawangan adalah anggota JI yang terlibat dalam Bom Tentena Poso," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini