Survei SMRC: Meski Pandemi, Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tinggi

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 17 Desember 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 337 2329581 survei-smrc-meski-pandemi-partisipasi-pemilih-di-pilkada-2020-tinggi-KU46fIm0Q7.jpeg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasionalnya terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Survei dilakukan dengan metode wawancara per telepon terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak pada 9-12 Desember 2020. Margin of error survei +/-2.9%.

Dari hasil survei tersebut menunjukkan tingkat partisipasi di pilkada lalu cukup tinggi meskipun digelar saat pandemi Covid-19. Bahkan, partisipasinya lebih tinggi dibanding tahun 2015.

“Sekitar 76% warga yang tinggal di daerah pilkada ikut memilih pada 9 Desember 2020. Partisipasi ini lebih tinggi dari pilkada tanpa pandemi 5 tahun lalu (69%),” kata Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga: Bawaslu RI: Seluruh Paslon Tunggal Pilkada 2020 Unggul dalam Sirekap

Menurut Saidiman, survei terbaru ini menunjukan bahwa pemilihan pemimpin menjadi suatu yang prioritas. Meskipun ada kekhawatiran covid-19.

“Survei terbaru ini menunjukkan, di kalangan mereka yang tidak memilih, sekitar 24% menyatakan tidak memilih karena takut tertular atau menularkan virus corona. Jadi bisa diperkirakan, bila tidak ada ancaman corona, tingkat partisipasi akan lebih besar lagi,” ungkapnya.

Pada survei tersebut juga terungkap bahwa tingkat partisipasi warga desa lebih tinggi daripada warga kota. Di desa, 80% warga mengikuti pilkada, sementara hanya 71% warga perkotaan yang melakukannya.

Baca Juga: Bawaslu : 1.223 ASN Terlibat Pelanggaran Pilkada Serentak 2020

Jika dilihat dari tingkat pendidikan, kalangan yang paling rendah tingkat partisipasinya adalah lulusan perguruan tinggi. Hanya sekitar 54% warga berpendidikan tinggi ikut memilih. Sementara 88% warga berpendidikan SMP dan 85% warga berpendidikan SMA ikut memilih.

“Perbedaan antara kelompok umur tidak terlalu mencolok. Tingkat partisipasi paling rendah ditemukan di kalangan mereka yang berusia di bawah 25 tahun. Sementara dan yang tertinggi adalah kelompok usia 41-55 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini