KPK Perpanjang Masa Tahanan Wali Kota Cimahi dan Penyuapnya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 17 Desember 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 337 2329516 kpk-perpanjang-masa-tahanan-wali-kota-cimahi-dan-penyuapnya-QwvZTVyepl.jpg Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM). Tak hanya Ajay, Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda (RSU KB) Cimahi, Hutama Yonathan (HY) juga turut diperpanjang masa penahanannya.

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda Cimahi tahun anggaran 2018-2020. Ajay maupun Hutama diperpanjang masa tahanannya selama 40 hari ke depan terhitung mulai tanggal 18 Desember 2020.

"Hari ini, penyidik KPK memperpanjang masa penahanan tersangka AJM (Wali Kota Cimahi) dan HY (Komisaris RSU KB) masing-masing selama 40 hari ke depan dimulai tanggal 18 Desember 2020 sampai 26 Januari 2021," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga: KPK Sita Dokumen Diduga Terkait Izin Proyek Rumah Sakit dari Sekda Cimahi

Lebih lanjut, Ali membeberkan, saat ini, Ajay masih tahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Sedangkan Hutama Yonatahan, ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Perpanjangan penahanan keduanya untuk melengkapi bukti serta keterangan saksi yang masih kurang.

"Saat ini, penyidik KPK masih akan terus melengkapi berkas perkara tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.

Baca Juga: Ketua KPK Prihatin 3 Wali Kota Cimahi Jadi Tersangka Korupsi

Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp1,661 miliar dari total kesepakatan Rp3,2 miliar. Uang sebesar Rp1,661 miliar itu diterima Ajay Priatna dalam lima kali tahapan dari Hutama Yonathan. Uang itu disinyalir berkaitan dengan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini