Ridwan Kamil Tuding Mahfud MD, Loyalis SBY: Tidak Elok Lempar Tanggung Jawab!

Kiswondari, Sindonews · Rabu 16 Desember 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 337 2328902 ridwan-kamil-tuding-mahfud-md-loyalis-sby-tidak-elok-lempar-tanggung-jawab-d16mALfAQB.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menuding Menko Polhukam Mahfud MD, sebagai penyebab kerumuman massa Habib Rizieq Shihab (HRS) yang mengunjungi Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jabar beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Polda Jabar pada hari ini, Rabu (16/12/2020) pagi tadi.

(Baca juga: Kisruh Habib Rizieq Berlarut, Ridwan Kamil: Mahfud MD Harus Tanggung Jawab)

Menurutnya, pernyataan Mahfud MD yang mengizinkan penjemputan Habib Rizieq pada Minggu (9/11) lalu sepanjang tertib dan damai menimbulkan pemahaman berbeda dari ribuan pendukung HRS dan menimbulkan kerumunan yang luar biasa.

(Baca juga: Cerita Mahfud soal Mimpi Gus Dur Bertemu Bung Karno, Netizen: Nyindir Haikal Hassan?)

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarif Hasan mengatakan, Indonesia sudah memiliki sistem pemerintahan yang sudah lama berjalan, semua sudah diatur dan masing-masing pejabat punya tanggung jawab masing-masing.

“Ya kita itu kan punya sistem pemerintahan, kalau semuanya mengatur kepada sistem pemerintahan yang bener itu kan sudah punya tanggung jawab masing-masing,” kata Syarif kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Soal siapa yang bertanggung jawab terkait kasus kerumunan yang disebabkan HRS, menurut anggota Komisi I DPR ini, semua orang harsu bertanggung jawab sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Jadi lagi-lagi siapa yang bertanggung jawab semuanya, intinya semua orang harus bertangung jawab sesuai dengan tupoksinya,” ujarnya.

Oleh karena itu kata dia, bahwa tidak elok jika sesama pejabat negara saling melempar tanggung jawab. Karena, seorang pejabat itu selalu dituntut bekerja lebih dari tupoksinya, jika mereka melakukan lebih dari tupoksinya tentu itu akan lebih baik.

“Jadi tidak elok kalau saling melempar tangung jawab, kadang kadang pejabat itu biasanya yang dituntut itu bekerja melebihi daripada tupoksinya. Nah itu malah lebih bagus, lebih care terhadap apa yang diharapkan pemerintah bukan mengurangi, tapi harus melakukan lebih banyak,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini