Sepak Terjang Zulkarnaen, Otak di Balik Bom Bali I

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 16 Desember 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 337 2328714 sepak-terjang-zulkarnaen-otak-di-balik-bom-bali-i-hkz31ZA07t.jpg (Foto : Okezone.com/Isty)

TANGERANG - Zulkarnain alias Arief Sunarso alias Daud, merupakan pimpinan dari Askary Markaziah Jamaah Islamiyah (JI). Saat ini ia tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Zulkarnain datang bersama 22 tersangka jaringan teroris lainnya dan mendapatkan pengamanan ketat dari Polri dan juga Densus 88.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, Zulkarnain merupakan otak dibalik Bom Bali I dan masuk dalam daftar pencarian orang selama 18 tahun. Peristiwa itu merupakan rangkaian terorisme yang terjadi di dua klub di Kuta, Bali pada 12 Oktober 2002, dan kemudian disusul dengan ledakan di sekitar Kantor Konsulat Amerika Serikat. Tercatat ratusan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka parah.

"Zulkarnaen pimpinan Askari Markaziah JI, dan masuk dalam DPO Polri selama 18 tahun, dia juga merupakan aktor dibalik teror Bom Bali 1 pada 2002 dan Bom Bali 2 pada tahun 2005," ujarnya, Rabu (16/02/2020).

Baca Juga : 23 Tersangka Jaringan Islamiyah Tiba Di Bandara Soekarno-Hatta, Salah Satunya "Otak" Bom Bali I

Baca Juga : Senyum Habib Rizieq dari Balik Sel Tahanan

Selain aktor dibalik Bom Bali 1 dan Bom Bali 2, Zulkarnain juga dinyatakan sebagai dalang dari pengeboman di Kedutaan Besar Filipina pada tanun 1999, kerusuhan di Ternate, Ambon, dan Poso pada tahun 1998-2000, dan juga terlibat dalam aksi pengeroyokan gereja serentak pada malam Natal dan tahun baru tahun 2000-2001.

"Dalang di balik kerusuhan di Ternante, Ambon, Poso. Dia juga yang menginisiasi pengeboman di Kedubes Filipina tahun 1999, serta pengeboman gereja serentak pada Natal dan Tahun Baru 2000-2001," pungkasnya.

Selain Zulkarnain, aktor dibalik pengeboman di GOR Poso yaitu Upik Lawangan juga ikut diamankan dan tiba bersama 21 tersangka lainnya di Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya mereka akan dibawa ke rutan teroris.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini