OTT Bupati Banggai Laut, KPK Sita Rp440 Juta Usai Geledah 10 Lokasi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 16 Desember 2020 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 337 2328548 ott-bupati-banggai-laut-kpk-sita-rp440-juta-usai-geledah-10-lokasi-Y2r3Iqvhws.jpg Wenny Bukanmo foto: banggailautkap.go.id

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah rampung menghitung uang yang diamankan dalam penggeledahan di 10 lokasi daerah Luwuk dan Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Jumlah uang yang diamankan dalam penggeledahan tersebut sejumlah Rp440 juta, terdiri dari mata uang rupiah dan asing.

(Baca juga: KPK Geledah 10 Lokasi, Uang Diduga untuk Suap Bupati Banggai Laut Diamankan)

"Setelah dihitung tim penyidik, jumlah uang yang diamankan dalam giat geledah tersebut senilai sekitar Rp440 juta terdiri dari mata uang rupiah dan asing," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (16/12/2020).

"Berikutnya, akan dilakukan analisa lebih dahulu keterkaitan dengan perkara ini, dan selanjutnya dilakukan penyitaan," imbuhnya.

(Baca juga: FPI Kawal Pemeriksaan Ridwan Kamil di Polda Jabar)

Sebelumnya, penyidik melakukan serangkaian penggeledahan di 10 lokasi daerah Luwuk dan Banggai Laut, Sulawesi Tengah, sejak Senin hingga Selasa, 14 -15 Desember 2020. Sepuluh lokasi yang digeledah meliputi rumah para tersangka hingga kantor pemerintahan.

Penggeledahan di sepuluh lokasi tersebut dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Banggai Laut tahun 2020, yang menjerat Bupatinya, Wenny Bukamo (WB).

KPK sendiri telah menetapkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, sebagai tersangka penerima suap. Wenny diduga menerima suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain Wenny, KPK juga menetapkan orang kepercayaan Bupati sekaligus Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group (ABG), Recky Suhartono Godiman (RSG) dan Direktur PT Raja Muda Indonesia (RMI), Hengky Thiono (HTO) sebagi tersangka penerima suap.

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, KPK menetapkan Komisaris PT Bangun Bangkep Persada (BPP), Hedy Thiono (HDO); Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri (AKM), Djufri Katili (DK); serta Direktur PT Andronika Putra Delta (APD), Andreas Hingkiriwang (AHO).

Dalam perkara ini, Wenny Bukamo diduga memerintahkan Recky atau orang kepercayaannya untuk membuat kesepakatan dengan pihak rekanan yang mengerjakan beberapa proyek infrastruktur di Banggai Laut.

Selain itu, Wenny diduga mengondisikan pelelangan di Kabupaten Banggai Laut. Untuk memenangkan rekanan tertentu dan agar kembali mendapatkan proyek, para rekanan sepakat menyerahkan uang commitment fee kepada Wenny melalui Recky dan Hengky.

Diduga, ada pemberian sejumlah uang dari beberapa pihak rekanan antara lain Hedy Thiono, Djufri Katili, dan Andreas Hingkiriwang, kepada Wenny yang jumlahnya bervariasi antara Rp200 juta sampai dengan Rp500 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini