Waktu Menjabat Kapolri Bisa Diperpanjang, Ini Kata Pengamat

Riezky Maulana, iNews · Rabu 16 Desember 2020 05:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 337 2328383 waktu-menjabat-kapolri-bisa-diperpanjang-ini-kata-pengamat-2JNXcVWHmH.jpg Kapolri, Jenderal Idham Azis (Okezone)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akan segera memasuki masa pensiunnya pada bulan Januari 2021 mendatang. Akan tetapi, dalam situasi seperti pandemi Covid-19, perhelatan Pilkada Serentak 2020 dan sejumlah persoalan besar saat ini wacana massa jabatan Kapolri akan diperpanjang mencuat.

Jika merujuk pada UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia pasal 30 (2) hal itu bisa saja terjadi, dengan catatan anggota Polri tersebut mmiliki keahlian khusus dan sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian. Jika memenuhi dua klasifikasi dibatas, mereka dapat dipertahankan sampai dengan 60 tahun.

Menanggapi isu tersebut, Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menyebut perpanjangan masa jabatan Kapolri tidak perlu dilakukan. Alasan pertama, kaderisasi di tubuh Polri berjalan lancar.

"Suksesi Kapolri itu kan dipengaruhi oleh kaderisasi, kalau kaderisasi Polri sekarang berjalan dengan baik, calon-calonnya siap. Dari perwira tinggi yang memenuhi syarat sudah ada beberapa, dan nampakmya itu tidak ada masalah," tuturnya ketika dihubungi, Rabu (16/12/2020).

Baca Juga: Daftar 13 Komjen Polri Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis

Hal yang kedua, sambung Stanislius, kondisi Kantibnas saat ini masih berjalan dengan normal. Menurutnya, para calon pun jika dihadapkan dengan masalah-masalah saat ini akan dapat mengatasi.

"Situasi Kantibnas itu kan berjalan normal, pergantian kapolri tinggal dilantik, langsung menjabat, menjalankan tugas selesai itu. Saya pikir tidak ada alasan untuk ditunda atau diperpanjang," ungkapnya.

"Situasi saat ini masih batas normal saja. Kita belum status darurat militer, belum ada status darurat sipil masih biasa biasa aja," katanya melanjutkan.

Dia menyatakan, agenda pergantian Kapolri seharuanya dapat dilakukan sesuai dengan agenda yang telah ditentukan. Nama-nama calon pengganti Idham pun dinilai tidak ada yang kontroversial dan dapat penilaian baik dari masyarakat.

"Jadi masih bisa dikendalikan oleh aparat keamamanan. Saya kira tidak ada masalah suksesi Polri sesuai dengan agenda sebenarnya dilakukan saja, toh kaderisasinya siap. Tidak ada masalah kan dengan calon-calon yang saat ini beredar di masyarakat," ucapnya.

Terkait dengan nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang muncul ke permukaan calon Kapolri, dia menyebut bahwa hal itu terlalu dini. Menurutnya, karir yang dimiliki Fadil masih sangat panjang.

Menurutnya, biarkan saja Fadil menyelesaikan tugasnya di daerah DKI Jakarta. Jika sukses, maka di periode pencalonan Kapolri selanjutnya namanya bisa bersaing menduduki jabatan nomor satu kepolisian di Indonesia.

"Karir Kapolda Metro masih cukup panjang, masih buntang dua, kan syaratnya bintang tiga. Itu selesaikan saja masalah di Jakarta dulu. Nanti baru setelah periode ini bisa bersaing antara Kabareskrim dengan Kapolda Metro," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini