KPK Dalami Uang Rp14,5 Miliar yang Ditemukan saat OTT Kemensos

Riezky Maulana, iNews · Selasa 15 Desember 2020 23:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 337 2328348 kpk-dalami-uang-rp14-5-miliar-yang-ditemukan-saat-ott-kemensos-IEA7r1mygV.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (15/12/2020) melakukan pemeriksaan terhadap Matheus Joko Santoso (MJS). MJS merupakan salah satu tersangka kasus suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menuturkan, pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap MJS masih berkaitan dengan uang sejumlah Rp14,5 miliar yang ditemukan saat operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu silam.

"Hari ini, Penyidik KPK memeriksa TSK MJS di Gedung Merah Putih KPK. Pemeriksaan terkait dengan penyitaan sejumlah bukti yang ditemukan pada saat kegiatan tangkap tangan KPK diantaranya adalah uang dengan jumlah total sekitar Rp14,5 M," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (15/12/2020 malam.

Baca Juga: Pejabat Kemensos 'Catut' Rp10 Ribu Per Paket Bansos Covid-19

Ali menjelaskan, penyitaan uang haram tersebut telah mendaparkan persetujuan dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Uang yang disita tersebut, sambung Ali, nantinya akan dijadikan barang bukti terkait dengan perkara yang menyeret Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara ini.

Sekadar informasi, KPK berhasil mengungkap kasus dugaan suap terkait pengadaan bansos berupa paket sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek, dengan menetapkan lima orang tersangka.

Kelima tersangka itu yakni, Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabuke (HS).

MJS dan AW diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

Atas perbuatannya, tersangka MJS dan AW disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 (i) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, tersangka Juliari Batubara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan para tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini