KPK Cecar Mantan Komisaris PT Dirgantara Indonesia Soal Aliran Uang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 15 Desember 2020 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 337 2328339 kpk-cecar-mantan-komisaris-pt-dirgantara-indonesia-soal-aliran-uang-zjNegtDcdz.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa dua mantan Komisaris dan pejabat PT Dirgantara Indonesia (PT DI), hari ini. Mereka yang diperiksa yakni, mantan Komisaris Utama PT DI tahun 2013-2015, Ida Bagus Putu Dunia; mantan Komisaris PT DI 2013-2014, Slamet Senoadji; dan Kadiv Perbendaharaan PT DI, Dedy Iriandy.

Baca juga:  Jajaran Mantan Komisaris PT Dirgantara Indonesia Dipanggil KPK

Dua mantan komisaris dan seorang pejabat PT Dirgantara Indonesia tersebut dicecar oleh penyidik KPK ihwal proses kerjasama antara PT DI dengan mitra penjualan. Mereka juga didalami pengetahuannya soal dugaan aliran uang ke sejumlah pihak

"Didalami pengetahuannya mengenai dugaan persetujuan dilaksanakannya kerjasama dengan pihak mitra penjualan dan dugaan aliran sejumlah uang ke berbagai pihak," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (15/12/2020).

Baca juga:  KPK Sita Aset Rp40 Miliar Diduga Hasil Korupsi di PT Dirgantara Indonesia

KPK sebelumnya mengagendakan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia, pada hari ini. Namun, dua saksi mangkir alias tidak hadir dalam agenda pemeriksaan.

Keduanya yakni, mantan Komisaris Utama PT DI tahun 2008-2011, Subandrio, dan mantan Komisaris PT DI tahun 2012-2013, Binsar H Simanjuntak. Dua komisaris PT DI itu tidak hadir tanpa keterangan. Penyidik berencana menjadwalkan ulang keduanya.

"Keduanya akan dilakukan pemanggilan kembali," ucapnya.

Para saksi yang telah diperiksa maupun dijadwalkan pemeriksaannya pada hari ini dikorek keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Budiman Saleh. Mereka yang memenuhi panggilan, dilakukan pemeriksaan di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat.

Budiman Saleh merupakan tersangka kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia. Budiman Saleh diduga terlibat korupsi ketika menjabat di PT Dirgantara Indonesia sebagai Direktur Aerostructure (2007- 2010); Direktur Aircraft Integration (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi (2012-2017). Budiman Saleh diduga terlibat korupsi karena menerima kuasa dari tersangka mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan mitra penjualan.

Selain itu, Budiman Saleh juga disebut turut memerintahkan Kadiv Penjualan agar memproses lebih lanjut tagihan dari mitra penjualan. Padahal, Budiman Saleh mengetahui bahwa mitra penjualan tidak melakukan pekerjaan pemasaran.

Atas dugaan perbuatan melawan hukum tersebut, KPK menduga terdapat kerugian keuangan negara pada PT Dirgantara Indonesia (Persero) senilai Rp202.196.497.761 dan 8.650.945 dolar AS. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp315 miliar.

Sejauh ini, dari hasil penyidikan KPK, tersangka Budiman Saleh diduga menerima aliran dana hasil pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif tersebut sebesar Rp686.185.000.

Atas perbuatannya, Budiman Saleh diduga melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini