IDI: 369 Petugas Medis Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Selasa 15 Desember 2020 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 337 2328337 idi-369-petugas-medis-meninggal-dunia-akibat-covid-19-JjfP2E8rDk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Petugas medis yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 terus bertambah jumlahnya di Indonesia. Data Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan total 369 petugas medis dan kesehatan meninggal dunia.

Data tersebut dari Maret hingga pertengahan Desember 2020. Dari total 369 petugas medis dan kesehatan yang wafat, terdiri dari 202 dokter dan 15 dokter gigi, dan 142 perawat.

"Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 107 dokter umum (4 guru besar), dan 92 dokter spesialis (7 guru besar), serta 2 residen, dan 1 dalam verifikasi yang keseluruhannya berasal dari 24 IDI Wilayah (provinsi) dan 92 IDI Cabang (Kota/Kabupaten)," ujar Eksternal PR Tim Mitigasi IDI, Elizabeth melalui keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Minta Penganiaya Lurah Cipete Utara Ditindak Tegas 

Berdasarkan data provinsi, tingkat kematian dokter tertinggi ada di Jawa Timur mencapai 41 dokter, 2 dokter gigi, dan 40 perawat; kemudian DKI Jakarta 32 dokter, 5 dokter gigi, dan 21 perawat.

Sementara Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi mengatakan, kenaikan jumlah kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita Covid-19, baik yang dirawat maupun yang OTG (Orang Tanpa Gejala). Pilkada yang baru saja selesai juga menjadi potensi fluktuasi naiknya angka penularan Covid.

"Kami mengimbau masyarakat dan kepalandaerah serta pendukungnya untuk menghindari proses aktifitas yang melibatkan berkerumunnya massa. Dan bagi setiap orang untuk memeriksakan kesehatannya apabila terdapat gejala, dan melakukan testing meskipun juga tanpa gejala," kata Adib.

Baca Juga:  Langgar Prokes Covid-19, Puluhan Warga Bersihkan Kuburan Selama 3 Hari 

Tim Mitigasi IDI berharap para pemimpin daerah yang terpilih untuk memprioritaskan penanganan Pandemi Covid dengan meningkatkan upaya preventif dan kemampuan layanan fasilitas kesehatan seraya melindungi para tenaga medis dan kesehatan. Tim Mitigasi IDI juga mengimbau masyarakat, meski vaksin Covid sudah tersedia, untuk perlindungan maksimal, setiap orang harus tetap menjalankan protokol kesehatan karena situasi penularan Covid di Indonesia sudah tidak terkendali.

Tingginya lonjakan pasien Covid serta angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi peringatan untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (3M). Dengan mengabaikan protokol kesehatan, maka tidak hanya mengorbankan keselamatan diri sendiri namun juga keluarga dan orang terdekat termasuk orang di sekitar. Pandemi ini akan berlalu dengan kerjasama seluruh pihak.

Berdasarkan data provinsi petugas medis yang meninggal dunia:

Jawa Timur 41 dokter, 2 dokter gigi, dan 40 perawat,

DKI Jakarta 32 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat,

Sumatera Utara 24 dokter dan 3 perawat,

Jawa Barat 19 dokter, 4 dokter gigi, dan 19 perawat,

Jawa Tengah 21 dokter dan 21 perawat,

Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat,

Banten 7 dokter dan 2 perawat,

Bali 6 dokter,

DI Aceh 6 dokter dan 2 perawat, Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat,

Riau 5 dokter,

DI Yogyakarta 6 dokter dan 2 perawat,

Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat,

Sumatera Selatan 4 dokter dan 5 perawat,

Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat,

Sulawesi Utara 3 dokter,

Nusa Tenggara Barat 2 dokter dan 1 perawat,

Sumatera Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat,

Kalimantan Tengah 1 dokter dan 2 perawat,

Lampung 1 dokter dan 1 perawat,

Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat,

Bengkulu 1 dokter,

Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi,

Papua Barat 1 dokter

Papua 2 perawat,

Nusa Tenggara Timur 1 perawat,

Kalimantan Barat 1 perawat, serta

DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini