Bareskrim Buka Peluang Rekonsturksi Lanjutan Terkait Penembakan 6 Laskar FPI

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 15 Desember 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 337 2328094 bareskrim-buka-peluang-rekonsturksi-lanjutan-terkait-penembakan-6-laskar-fpi-Yd4U3JoL7Q.jpg Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bareskrim Polri membuka peluang untuk kembali menggelar rekonstruksi lanjutan atas insiden penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Rekonstruksi sendiri sebelumnya telah dilakukan pada Senin 14 Desember 2020 dini hari.

Kepala Bareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menuturkan, rekonstruksi yang telah dilakukan sebelumnya belum menjadi hasil final dalam penyidikan kasus tersebut.

"Apabila ada temuan-temuan baru terkait dengan tambahan-tambahan keterangan informasi saksi, maupun bukti-bukti yang lain tentunya tidak menutup kemungkinan bisa dilanjutkan dengan proses rekonstruksi lanjutan," kata Listyo di Bareskrim Polri, Selasa (15/12/2020).

Baca juga:  Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Ditembak, Polri Hargai Independensi Pengawas Eksternal 

Listyo menuturkan, dalam rekonstruksi tersebut, pihaknya selalu berusaha profesional, transparan, dan objektif dengan melibatkan banyak pihak. Mulai dari rekan media, rekan pengawas eksternal dalam hal ini Komnas HAM, Amnesty Internasonal, KontraS, Imparsial dan Kompolnas.

"Walaupun yang datang hanya dari Kompolnas, namun kami tetap menghargai independensi," ujarnya.

 Baca juga: Penembakan 6 Laskar FPI, Bareskrim Akan Minta Barang Bukti dari Komnas HAM

Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama dengan jajaran Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus bentrokan FPI dan Polisi yang berujung penembakan 6 anggota FPI hingga menyebabkan meninggal dunia.

 

Rekostruksi dilakukan di empat lokasi yang menjadi tempat adegan bentrokan yakni pertama di Jalan Internasional Karawang Barat, depan Hotel Novotel, kedua di Jembatan Badami. TKP ketiga yakni Rest Area KM 50 dan TKP keempat KM 51+200.

Total ada 58 adegan yang dilakukan di empat TKP di Kabupaten Karawang tersebut. Disana ditemukan fakta bahwa polisi mulanya menembak dua orang anggota FPI hingga tewas sementara empat lainnya diamankan dalam mobil.

Namun berdasarkan keterangan polisi keempatnya melakukan perlawanan terhadap petugas, atas dasar itu pula polisi mengambil tindakan tegas dan terukur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini