KPK Geledah 10 Lokasi, Uang Diduga untuk Suap Bupati Banggai Laut Diamankan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 15 Desember 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 337 2328017 kpk-geledah-10-lokasi-uang-diduga-untuk-suap-bupati-banggai-laut-diamankan-RhyLmITRTG.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah 10 lokasi di Luwuk dan Banggai Laut, Sulawesi Tengah, sejak Senin, 14 Desember 2020, hingga hari ini, Selasa (15/12/2020). Sepuluh lokasi yang digeledah meliputi rumah para tersangka hingga kantor pemerintahan.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Banggai Laut tahun 2020, yang menjerat Bupatinya, Wenny Bukamo (WB). Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah uang yang diduga sebagai suap untuk Bupati Banggai Laut.

"Sejak Senin hingga Selasa, tim penyidik KPK melaksanakan kegiatan penggeledahan di Luwuk dan Banggai Laut pada 10 lokasi baik rumah dan kantor milik pemerintah dan swasta," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (15/12/2020).

Penyidik menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan suap ini. Barang bukti yang diamankan tersebut yakni berupa sejumlah uang dan dokumen.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan dan diamankan sejumlah uang dan dokumen yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut," terang Ali.

"Uang dan barang yang ditemukan tersebut selanjutnya akan dilakukan verifikasi dan analisa lebih dahulu untuk kemudian dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, sebagai tersangka penerima suap. Wenny diduga menerima suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga : Kembali OTT, KPK Tangkap Bupati Banggai Laut

Selain Wenny, KPK juga menetapkan orang kepercayaan Bupati sekaligus Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group (ABG), Recky Suhartono Godiman (RSG) dan Direktur PT Raja Muda Indonesia (RMI), Hengky Thiono (HTO) sebagi tersangka penerima suap.

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, KPK menetapkan Komisaris PT Bangun Bangkep Persada (BPP), Hedy Thiono (HDO); Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri (AKM), Djufri Katili (DK); serta Direktur PT Andronika Putra Delta (APD), Andreas Hingkiriwang (AHO).

Dalam perkara ini, Wenny Bukamo diduga memerintahkan Recky atau orang kepercayaannya untuk membuat kesepakatan dengan pihak rekanan yang mengerjakan beberapa proyek infrastruktur di Banggai Laut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini