KPK Periksa Dirut Kings Property Sebagai Tersangka Penyuap Eks Bupati Cirebon

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 15 Desember 2020 09:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 337 2327805 kpk-periksa-dirut-kings-property-sebagai-tersangka-penyuap-eks-bupati-cirebon-vEupKxsFUw.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Kings Property, Sutikno (STN), pada hari ini. Sutikno bakal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan terkait perizinan dan properti di Kabupaten Cirebon.

"STN dipanggil dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (15/12/2020).

Tak hanya Sutikno, penyidik juga memanggil satu orang saksi untuk mengusut kasus ini. Satu saksi tersebut yakni, Finance Manager Hyundai Engineering and Construction, Mr Woo, Kyunghag. Ia akan dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Herry Jung.

Sebelumnya, KPK menetapkan General Manager PT Hyundai Engeneering Construction, Herry Jung (HEJ) dan Direktur PT Kings Properti, Sutikno (STN) sebagai tersangka kasus dugaan suap untuk mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, pada November 2019.

Namun, sejak ditetapkan tersangka pada November 2019, lalu, keduanya belum juga dilakukan penahanan oleh KPK. Belum diketahui apakah KPK bakal menahan Sutikno pada hari ini.

Dalam perkaranya, Herry Jung diduga menyuap Sunjaya sebesar Rp6,04 miliar terkait dengan perizinan PT Cirebon Energi Prasarana PLTU 2 di Kabupaten Cirebon. Adapun, dalam perjanjian awal, Herry Jung akan memberikan suap sebesar Rp10 miliar untuk Sunjaya.

Baca Juga : Penembakan Laskar FPI, Fakta soal CCTV Tol Japek yang Kabelnya Terputus

Baca Juga : Berita Duka, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Meninggal Dunia

Suap itu dilakukan dengan cara membuat Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif dengan PT Milades Indah Mandiri (PT IMM). Sehingga seolah-olah ada pekerjaan jasa konsultansi pekerjaan PLTU 2 dengan kontrak sebesar Rp10 miliar. Pemberian suap dilakukan melalui pihak perantara.

Sedangkan Sutikno, diduga menyuap Sunjaya sebesar Rp4 miliar t‎erkait dengan pengurusan izin PT Kings Propertindo. Suap tersebut dilakukan melalui seorang perantara yakni Ajudan Sunjaya.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini