Kasus Penembakan Laskar FPI Komnas HAM : Kami Harus Ungkap yang Sebenarnya

Riezky Maulana, iNews · Selasa 15 Desember 2020 00:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 337 2327706 kasus-penembakan-laskar-fpi-komnas-ham-kami-harus-ungkap-yang-sebenarnya-JJFyLJfNwN.jpg Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (Foto : Sindonews/Eko Purwanto)

JAKARTA – Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) bertekad mengungkap yang sebenarnya terjadi dalam kasus tewasnya 6 Laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Karena itu, Komnas HAM pun mengumpulkan sejumlah informasi, saksi, dan bukti terkait peristiwa tersebut.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menjelaskan, pihaknya telah menelusuri faktan dan data serta memanggil sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. Hasil dari penelusuran tersebut akan diklarifikasi kepada beberapa pihak, termasuk para saksi yang telah ditemui di lapangan.

"Komnas HAM dengan mandat yang ada sebagai lembaga negara independen menelusuri menurut data, informasi, yang kami kumpulkan sendiri. Nanti kami kroscek juga kepada pihak kepolisian, pihak lain, termasuk saksi-saksi lapangan yang sudah kami temui," tuturnya, di Kantor Komnas HAM, Senin (14/12/2020).

Dia mengatakan, tugas investigasi untuk membuat kasus ini menjadi terang merupakan tantangan terdendiri bagi Komnas HAM. Apalagi dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Komnas HAM untuk membantu mengusut kasus ini.

"Bayangkan saja Presiden sampai memberikan atensi khusus mempercayakan komnas HAM, bagi kami itu satu tantangan yang berat. Kami harus mengungkap apa yang sebenar-benarnya, bukan apa yang dimau oleh pihak tertentu. Kan pihak tertentu maunya digiring ke sini, yang di sana lain lagi, kami tidak mau," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri menggelar rekonstruksi dengan 53 adegan, terkait peristiwa penembakan 6 anggota Laskar FPI, di jalan Tol Jakarta-Cikampek wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020).

Baca Juga : Penembakan Laskar FPI, Dirut Jasa Marga: CCTV Tol Japek Tidak Rusak, tapi Ada Kabel Terputus

Proses rekonstruksi yang dikawal ratusan personel kepolisian dari Polres Karawang, Polda Jabar dan Polda Metro Jaya itu berlangsung selama lebih dari 4 jam, mulai pukul 00.35 hingga sekitar 04.30 WIB.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, rekonstruksi dilaksanakan dengan membagi 4 titik lokasi kejadian. Titik pertama lokasi kejadian ialah jalan Interchange Karawang Barat dekat Bundaran Badami, dilakukan sembilan adegan dalam rekonstruksi.

Kemudian dilakukan empat adegan di titik kedua lokasi kejadian, tepatnya di jembatan Badami yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari Gerbang Tol Karawang Barat.

Sedangkan titik ketiga lokasi kejadian ialah rest area Kilometer 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek. Di titik ini dilakukan 31 adegan dalam rekonstruksi.

Baca Juga : Soal Laskar FPI, Komnas HAM: Kita Hormati Rekonstruksi Polri, Itu Versi Mereka

Terakhir atau di titik keempat lokasi kejadian, di Kilometer 51 jalan Tol Jakarta-Cikampek, dilaksanakan sembilan adegan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini