Presiden Jokowi Ingin Rekrutmen dan Promosi Jaksa Dilakukan Terbuka

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 14 Desember 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 337 2327172 presiden-jokowi-ingin-rekrutmen-dan-promosi-jaksa-dilakukan-terbuka-AA9doOHIhn.png Presiden Joko Widodo (foto: Biro Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Kejaksaan melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir. Selain itu, sistem rekrutmen dan promosi harus dilakukan terbuka serta berbasis meritokrasi atau berdasarkan kemampuan dan prestasinya.

"Pembenahan dari hulu sampai hilir di internal Kejaksaan dan dalam relasinya dengan lembaga penegak hukum lain harus terus diefektifkan. Rekrutmen dan promosi harus dilakukan secara meritokratis dan transparan, terbuka," ujarnya dalam Rapat Kerja Kejaksaan 2020 secara virtual, Senin (14/12/2020).

Baca juga:  Presiden Jokowi Minta Penegakan Hukum Jangan Menimbulkan Ketakutan 

Menurut Jokowi, integritas jaksa, wawasan kebangsaan dan kesiapan menghadapi masalah hukum di masa mendatang harus diutamakan. Oleh sebab itu, kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Korps Adhyaksa harus relevan dengan revolusi industri 4.0.

"Kapasitas SDM Kejaksaan yang relevan dengan revolusi industri 4.0 juga harus diberikan prioritas. Harus diprioritaskan," tuturnya.

Baca juga: Berantas Korupsi, Presiden Jokowi Minta Kejaksaan Perkuat Pengawasan Internal 

Jokowi juga ingin pengawasan internal Kejaksaan terus diperkuat. Hal tersebut bertujuan agar penanganan perkara dilaksanakan secara profesional. Pengawasan tersebut harus diarahkan untuk mempercepat pembangunan nasional.

"Pengawasan harus diarahkan untuk mempercepat pembangunan nasional. Apalagi yang menyangkut penggunaan APBN, yang harus dibelanjakan secara cepat dan tepat untuk kepentingan rakyat. Dan membawa negara kita Indonesia keluar dari krisis kesehatan dan krisis ekonomi sekarang ini," jelasnya.

Di tempat yang sama, Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin mengatakan, rapat kerja ini merupakan forum untuk mengevaluasi pelaksanaan kinerja Kejaksaan di 2020 serta merumuskan arah kebijakan strategis institusi tersebut di 2021.

"Raker Kejaksaan 2020 dilaksanakan secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan. Diikuti 4.386 warga Adhyaksa yang terdiri dari eselon satu, dua, tiga dan empat," tutup Burhanuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini