KPK Periksa Petinggi dan Mantan Pejabat PT Dirgantara Indonesia

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 14 Desember 2020 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 337 2327160 kpk-periksa-petinggi-dan-mantan-pejabat-pt-dirgantara-indonesia-sOfPHxNd1f.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap petinggi, maupun mantan pejabat PT Dirgantara Indonesia (PT DI), hari ini. Para petinggi dan mantan pejabat PT DI tersebut akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Para petinggi maupun mantan pejabat PT Dirgantara Indonesia tersebut yakni, Plt Kepala Departemen Kontrak Unit Sekretaris PT DI, Dinah Andriani; Manajer Penjualan PT DI, Heri Muhammad Taufik Hidayat; Pensiunan PT DI, Djajang Tardjuki.

Baca juga:  KPK Sita Aset Rp40 Miliar Diduga Hasil Korupsi di PT Dirgantara Indonesia

Kemudian, GM SU ACS tahun 2017 PT DI, Teten Irawan; Pensiunan PT DI (jabatan terakhir GM SU ACS) M Fikri, dan Kadiv Produk, Jasa, dan Purna Jual PT DI, Toto Pratondo. Mereka akan diperiksa atas kasus dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (Persero) tahun 2007-2017.

"Mereka semua akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Budiman Saleh). Pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Bandung," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (14/12/2020).

Baca juga:  3 Tersangka Baru Korupsi PT DI Kecipratan Uang Haram Rp21,9 Miliar

Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (Persero) tahun 2007-2017. Keenam tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso (BS) dan bekas Direktur Niaganya, Irzal Rinaldi Zailani (IRZ).

Kemudian, Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh (BUS), serta tiga tersangka yang baru saja diumumkan oleh KPK. Budi Santoso dan Irzal Rinaldi saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor. Sementara Budiman Saleh dan tiga tersangka baru dalam kasus ini masih menjalani proses penyidikan.

Perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara pada PT Dirgantara Indonesia (Persero) senilai Rp202.196.497.761 dan USD8.650.945. Sehingga total kerugian negara lebih kurang Rp315 miliar dengan asumsi kurs 1 dolar AS adalah Rp14.600.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini