Presiden Jokowi: Kejaksaan Aktor Kunci Penuntasan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 14 Desember 2020 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 337 2327133 presiden-jokowi-kejaksaan-aktor-kunci-penuntasan-pelanggaran-ham-masa-lalu-UbSJQZAfln.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kejaksaan berkomitmen atas penuntasan kasus Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu. Menurut Kepala Negara, Korps Adhyaksa adalah aktor kunci dalam penyelesaian masalah tersebut.

"Komitmen penuntasan masalah HAM masa lalu harus terus dilanjutkan. Kejaksaan adalah aktor kunci dalam penuntasan pelanggaran HAM masa lalu," ujarnya dalam Rapat Kerja Kejaksaan 2020 secara virtual, Senin (14/12/2020).

Baca juga:  Tingkatkan Kepercayaan Publik, Presiden Jokowi: Kejaksaan Harus Bersih! 

Presiden Jokowi ingin ada kemajuan konkret dalam penyelesaian masalah HAM masa lalu. Dia berpesan agar Korps Adhyaksa mengefektifkan kerja sama dengan pihak-pihak lainnya seperti Komnas HAM, dan lain-lain.

"Kemajuan kongkret dalam upaya penuntasan pelanggaran HAM masa lalu perlu segera terlihat. Kerja sama dengan pihak terkait terutama dengan Komnas HAM perlu untuk diefektifkan. antisipasi terhadap tantangan masa depan juga harus terus ditingkatkan," jelasnya.

 Baca juga: Berantas Korupsi, Presiden Jokowi Minta Kejaksaan Perkuat Pengawasan Internal 

Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan Kejaksaan harus melakukan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan kejahatan ke depan. Semisal terorisme, pencucian uang, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan bentuk kejahatan lainnya.

"Kejaksaan harus melakukan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan kejahatan ke depan. Kejaksaan harus menjadi bagian untuk mencegah dan menangkal kejahatan terhadap keamanan negara, seperti terorisme, pencucian uang, dan perdagangan orang. Serta kejahatan lain yang berdampak pada perekonomian negara," tukas Jokowi.

Di tempat yang sama, Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin mengatakan, rapat kerja ini merupakan forum untuk mengevaluasi pelaksanaan kinerja Kejaksaan di 2020 serta merumuskan arah kebijakan strategis institusi tersebut di 2021.

"Raker Kejaksaan 2020 dilaksanakan secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan. Diikuti 4.386 warga Adhyaksa yang terdiri dari eselon satu, dua, tiga dan empat," tutup Burhanuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini