Share

Saksi Akui Bantu Menantu Nurhadi Urus Surat Beli Lahan Kelapa Sawit

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 11 Desember 2020 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 337 2326112 saksi-akui-bantu-menantu-nurhadi-urus-surat-beli-lahan-kelapa-sawit-lgkWb6JRuk.jpg Sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara MA menghadirkan saksi Amir Widjaja di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (11/12/2020). (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) untuk terdakwa Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Agenda persidangan masih pemeriksaan saksi-saksi.

Salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Kepala Desa Pancaukan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, Syamsir. Dalam kesaksiannya, Syamsir mengakui sempat diminta untuk membantu Rezky Herbiyono mengurus pembelian lahan kelapa sawit.

Orang yang meminta Syamsir untuk membantu Nurhadi dan Rezky mengurus pembelian lahan kelapa sawit yakni, Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan, Hilman Lubis. Hilman meminta Syamsir membantu mengurus surat-surat untuk Rezky.

"Saya di telepon Hilman apa bisa diterbitkan untuk keterangan domisili untuk beli lahan," ungkap Syamsir di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2020).

Syamsir membeberkan, ia diminta untuk membuat surat keterangan domisili untuk empat nama yakni, Rezky Herbiyono, Rizqi Aulia Rachmi, Heri Purwanto, dan Yoga Hartiar. Surat keterangan domisili ini, sebagai syarat untuk Aulia dan Rezky saat membeli lahan sawit.

Lebih lanjut Syamsir mengakui sering membuat surat keterangan domisili untuk pembeli lahan. Meskipun, orang yang membuat surat keterangan itu tidak berdomisili di Padang Lawas

"Kata Pak Hilman inilah orang yang mau beli kebun. Kemudian saya minta datanya itu biasanya dibuat untuk sertifikat, kalau di Padang Lawas biasa buat dokumen domisili, biasa di Padang Lawas itu kalau beli lahan selalu buat itu (surat keterangan domisili)," jelasnya.

Syamsir membantah ada fee yang dijanjikan untuk mengurus surat domisili untuk Rezky Herbiyono. Kendati demikian, diakui Syamsir, ia sempat diberikan uang oleh Hilman sebesar Rp5 juta menjelang Lebaran.

Baca Juga : Jaksa Cecar Saksi soal Kebun Sawit yang Dibeli Menantu Nurhadi

"Kalau buat surat itu enggak ada (fee). Tapi pas kebetulan mau dekat Idul Fitri, Pak Hilman panggil saya ngopi-ngopi, kasih saya Rp5 juta bilangnya untuk 'beli baju anakmu'," ungkapnya.

Sekadar informasi, KPK sempat menyita sejumlah lahan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Lahan yang disita tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA yang menyeret Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa oleh Jaksa KPK. Keduanya didakwa menerima suap sebesar Rp45.726.955.000. Uang suap Rp45,7 miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Uang yang diberikan Hiendra tersebut untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Baca Juga : Menantu Nurhadi Diklaim Sudah Kembalikan Uang Rp35 Miliar ke Hiendra Soenjoto

Tak hanya itu, Nurhadi dan Rezky juga didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini