KPK Panggil 2 Saksi Terkait Korupsi Pembangunan Stadion Yogyakarta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 11 Desember 2020 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 337 2325766 kpk-panggil-2-saksi-terkait-korupsi-pembangunan-stadion-yogyakarta-448Z1MgQh8.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait pembangunan Stadion Mandala Krida APBD 2016-2017 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengusutan itu ditandai dengan pemanggilan sejumlah saksi.

Sejalan dengan itu, penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi, pada hari ini. Dua saksi tersebut yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Stadion Mandala Krida sekaligus Kepala BTKP Disdikpora DIY Tahun 2019, Edy Wahyudi dan Direktur Utama (Dirut) PT Arshigraphi, Sugiharto.

"Hari ini (11/12/2020) dilakukan pemanggilan dan pemeriksaa saksi di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan Kuningan Persada Kavling 4 Setiabudi, Jakarta, dalam dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida APBD TA 2016-2017 di pemerintahan DI Yogyakarta," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga: Geledah Rumah Eks Sekda Banjar, KPK Amankan Berbagai Dokumen

Sekadar informasi, KPK memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida, di Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun anggaran 2016-2017. Kasus itu sudah masuk dalam proses penyidikan.

Sejalan dengan adanya proses penyidikan tersebut, KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida ini. Sayangnya, KPK masih enggan mengungkap siapa tersangka dalam kasus ini.

"Kami belum bisa berikan informasi lebih spesifik karena masih melakukan serangkaian kegiatan penyidikan.

Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini," ucap Ali, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Eks Dirut Jasa Marga Didakwa Rugikan Negara Rp202 Miliar Terkait Subkontraktor Fiktif

Sesuai kebijakan baru pimpinan KPK jilid V, lembaga antirasuah akan mengumumkan penetapan tersangka setelah dilakukan proses penangkapan dan penahanan. Ali berjanji pihaknya akan transparan dalam mengusut perkara ini.

"Pengumuman penetapan akan dilakukan bersamaan dengan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka. Untuk itu pada waktunya nanti akan kami sampaikan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Ali.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini