Bawaslu Sebut 58 TPS Berpotensi gelar Pemungutan Suara Ulang

Felldy Utama, iNews · Jum'at 11 Desember 2020 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 337 2325626 bawaslu-sebut-58-tps-berpotensi-gelar-pemungutan-suara-ulang-4zYD19iFO2.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali memperbaharui data pengawasannya terkait pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2020. Hasil dari pengawasan tersebut, sebanyak 58 tempat pemungutan suara (TPS) berpotensi menggelar pemungutan suara ulang (PSU).

Data tersebut dimutakhirkan hingga hari ini, Jumat (11/12/2020) pukul 06.00 WIB. Dari data itu terlihat, ada penambahan sebanyak 15 TPS berpotensi gelar PSU jika dibandingkan dengan data sebelumnya yakni sebanyak 43 TPS.

"Data diolah TLP (bagian temuan dan laporan pelanggaran Bawaslu RI) berdasarkan info provinsi," kata Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar dalam keterangan tertulis yang diterima MNC Media, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga: Pandemi, Golput dan Dinasti Politik Baru Warnai Pilkada 2020

Dari jumlah 58 TPS yang berpotensi menggelar PSU, data tersebut memperlihatkan bahwa paling banyak terjadi di Provinsi Sulteng sebanyak 16 TPS. Kemudian disusul Sumatera Barat sebanyak 12 TPS.

Selanjutnya, PSU juga berpotensi terjadi di Provinsi Jawa Timur dan Riau dengan jumlah total sebanyak 4 TPS. Sementara, untuk Sumatera Utara dan Banten sebanyak 3 TPS. Setelah itu, Provinsi Jambi, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Kalbar, dan Kaltara sebanyak 2 TPS.

Sementara, untuk Provinsi Kalteng, Jateng, Sulut, Sulsel, Sulbar, dan Papua masing-masing 1 TPS berpotensi menggelar PSU.

Diberitakan sebelumnya, Fritz mengatakan penyebab terjadinya PSU diantaranya karena terdapat pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain, pemilih yang tidak berhak menggunakan hak pilih, terdapat pemilih menggunakan hak pilih di lebih dari satu TPS.

"Ada pula KPPS mencoblos surat suara, dan KPPS membagikan surat suara kepada saksi pasangan calon untuk dicoblos," kata Fritz dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Kamis (10/12/2020).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini