Eks Anggota BPK Rizal Djalil Segera Disidang Terkait Suap Proyek Air Minum

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 11 Desember 2020 03:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 337 2325517 eks-anggota-bpk-rizal-djalil-segera-disidang-terkait-suap-proyek-air-minum-fGV4JkdlgE.jpg Rizal Djalil. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan mantan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil (RIZ) dan Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP). Keduanya akan segera disidang dalam waktu dekat.

Rizal Djalil maupun Leonardo Jusminarta bakal diadili atas kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu sejalan dengan telah dilimpahkannya berkas penyidikan keduanya ke tahap penuntutan, pada hari ini. 

"Hari ini (10/12/2020) tim penyidik KPK melaksanakan tahap II (penyerahan gersangka dan barang bukti) tersangka RIZ dan LJP kepada tim JPU KPK," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (10/12/2020). 

Lebih lanjut, kata Ali, penahanan keduanya selanjutnya akan menjadi kewenangan JPU. Keduanya akan dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 10 Desember 2020 sampai dengan 29 Desember 2020. 

"Untuk terdakwa Rizal Djalil di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih dan Leonardo Jusminarta Prasetyo di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," imbuhnya. 

Jaksa penuntut umum pada KPK mempunyai waktu 14 hari masa kerja untuk menyusun surat dakwaan keduanya. Rencananya, keduanya akan disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Baca juga: Resmi Ditahan, Eks Anggota BPK Rizal Djalil Siap Buka-Bukaan ke KPK 

"Persidangan diagendakan di PN Tipikor Jakarta Pusat. Selama proses penyidikan telah diperiksa 61 orang saksi," pungkasnya.

Dalam perkara ini, Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga. 

‎Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM KemenPUPR untuk kemudian dikerjakan proyek oleh perusahaan Leonardo

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Rizal‎ disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan yang diduga sebagai pemberi suap, Leondardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini