Eks Dirut Jasa Marga Didakwa Rugikan Negara Rp202 Miliar Terkait Subkontraktor Fiktif

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 10 Desember 2020 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 337 2325476 eks-dirut-jasa-marga-didakwa-rugikan-negara-rp202-miliar-terkait-subkontraktor-fiktif-eA61FA2FEt.jpg Sidang kasus pengerjaan subkontraktor fiktif Waskita Karya. (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

Awalnya, Jarot Subana dan Desi Arryani melakukan rapat-rapat koordinasi pada Desember 2009. Dalam rapat tersebut, diduga ada pembahasan tentang kebutuhan penyediaan dana non budgeter untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran PT Waskita Karya.

Selanjutnya, untuk membahas penyediaan dana tersebut, dilakukan rapat-rapat dan pertemuan antara lain dihadiri oleh Desi Arryani, Fathor Rachman, Jarot Subana, Fakih Usman, Haris Gunawan, dan Dono Parwoto.

Dalam pertemuan itu disepakati strategi untuk menghimpun dana non budgeter dengan cara membuat kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif. Nantinya, pembayaran atas pekerjaan kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor fiktif tersebut dikembalikan lagi (cash back) kepada Divisi Sipil/Divisi III/Divisi II PT Waskita Karya.

Adapun, perusahaan-perusahaan subkontraktor fiktif yang ditunjuk, nantinya diberikan fee 'peminjaman bendera' sebesar 1,5 persen sampai dengan 2,5 persen dari nilai kontrak.

Untuk memudahkan proses administrasi khususnya pengembalian kembali (cash back) uang yang diterima oleh perusahaan-perusahaan tersebut kepada Divisi Sipil, diusulkan agar menggunakan atau 'meminjam bendera' perusahaan subkontraktor milik pejabat atau pegawainya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini