Wakil Bupati Ogan Komering Ulu Segera Disidang Terkait Korupsi Lahan TPU

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 10 Desember 2020 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 337 2325334 wakil-bupati-ogan-komering-ulu-segera-disidang-terkait-korupsi-lahan-tpu-Vp2NYxfGqa.jpg Plt Jubir KPK, Ali Fikri (Okezone)

JAKARTA - Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Johan Anuar (JA) bakal segera disidang terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Taman Pemakaman Umum (TPU). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa berkas perkara penyidikan Johan Anuar sudah lengkap dan telah dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Hari ini (10/12/2020) dilaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) tersangka JA, Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel periode 2015-2020 dari tim penyidik KPK kepada tim JPU KPK," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (10/12/2020).

Sekadar informasi, perkara yang menyeret Johan Anuar merupakan kasus yang diambil alih oleh KPK dari Polda Sumsel. Kata Ali, perkara ini adalah salah satu bentuk koordinasi dan supervisi yang dilakukan oleh KPK bersama dengan Polda Sumatera Selatan.

"Dimana sebelumnya pada tanggal 24 Juli 2020, perkara dimaksud telah diambil alih penanganannya oleh KPK," terangnya.

Dalam perkara ini, Johan Anuar diduga sejak 2012 telah menyiapkan lahan yang akan ditawarkan ke Pemkab OKU untuk kebutuhan TPU. Johan menugaskan orang yang diduga kepercayaannya, Nazirman dan Hidirman untuk membeli lahan dari berbagai pemilik tanah. Nantinya, tanah-tanah terssebut diatasnamakan Hidirman.

Baca Juga: KPK Tahan Johan Anwar, Cawabup yang Unggul di Pilkada OKU

Johan kemudian disebut mentransfer uang sebesar Rp1 miliar kepada Nazirman sebagai cicilan transaksi jual beli tanah untuk merekayasa peralihan hak atas tanah tersebut. Sehingga, nantinya harga NJOPnya yang digunakan adalah harga tertinggi.

Untuk memperlancar proses tersebut, Johan Anuar menugaskan Wibisono selaku Kadinsosnakertrans Kabupaten OKU menandatangani proposal kebutuhan tanah TPU untuk diusulkan ke APBD TA 2013. Pada tahun 2013, Johan mengusulkan anggaran TPU dalam APBD Kabupaten OKU TA 2013 yang memang tidak dianggarkan sebelumnya

Selain itu, Johan diduga aktif melakukan survey langsung ke lokasi TPU dan menyiapkan semua keperluan pembelian dan pembebasan lahan dengan perantaraan Hidirman. Dalam proses pembayaran tanah TPU senilai Rp5,7 miliar, Johan diduga membeli menggunakan rekening Hidirman.

Proses pengadaan tanah TPU tersebut sejak perencanaan sampai penyerahan hasil pengadaan tidak sesuai dengan ketentuan sehingga berdasarkan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Diduga, telah terjadi kerugian keuangan negara senilai Rp5,7 miliar.

Atas perbuatannya, tersangka Johan Anuar dilakukan penahanan Rutan oleh Penuntut Umum KPK selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 10 Desember 2020 sampai dengan 29 Desember 2020. Johan ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Johan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Selatan dengan sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasana Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini