Habib Rizieq Jadi Tersangka, Ini Komentar Waketum MUI

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 10 Desember 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 337 2325256 habib-rizieq-jadi-tersangka-ini-komentar-waketum-mui-rrYwsjm8KF.jpg Habib Rizieq Shihab (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka terkait perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Ada dua pasal yang dikenakan terhadap Habib Rizieq, yakni Pasal 160 dan 216 KUHP.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Anwar Abbas mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak tebang pilih terkait status hukumnya. Ia meminta bila ada pihak melanggar aturan seperti yang dilakukan Habib Rizieq, maka sebaiknya mereka juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya rasa kalau ada orang yang melanggar hukum tentu jelas bisa ditetapkan sebagai tersangka, tetapi kalau ada pihak lain yang juga melakukan hal yang serupa, maka mereka tentu juga harus ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Anwar saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

Jika keadilan di muka hukum tidak sama, ia khawatir akan menimbulkan keresahan dan persepsi aparat penegak hukum tebang pilih saja.

“Kalau hal itu tidak dilakukan, maka dia tentu akan mengusik rasa keadilan dan hal itu tentu jelas tidak baik karena akan menimbulkan keresahan di tengah-tenagh masyarakat. Karena akan ada kesan di masyarakat para penegak hukum dalam penegakan hukum ada tebang pilih. Padahal, semua orang harus diperlakukan sama di depan hukum,” ujarnya.

Baca Juga : Habib Rizieq Dicekal 20 Hari Pasca-Ditetapkan Tersangka

Baca Juga : Habib Rizieq Shihab Tersangka, FPI: Dari Awal Sudah Memperkirakan

Diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus kerumunan di acara pernikahan putrinya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

Penetapan itu sendiri dilakukan pihak kepolisian setelah melakukan gelar perkara sebagai tindak lanjut penyelidikan perkara kerumunan.

Dalam perkara ini Habib Rizieq disangkakan Pasal 160 dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini